Search
Kamis 20 Juni 2019
  • :
  • :

KPK Tak Cukup Bukti, MA Akan Rehabilitasi Nama Baik 2 Hakim PN Medan

Starberita – Jakarta, Mahkamah Agung akan merehabilitasi nama baik Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri atau PN Medan yang terjaring dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya kedua hakim itu tidak terbukti dalam kasus dugaan suap.

“Dua hakim yang dibawa ke Jakarta yang diduga terlibat dan dinyatakan tidak cukup bukti, nantinya mereka harus direhabilitasi nama baiknya,” kata juru bicara MA Suhadi, di kantornya, Jakarta, Kamis (30/8/2018).

Sebelumnya KPK menggelar operasi tangkap tangan terhadap 8 orang jajaran PN Medan pada Rabu, 28 Agustus 2018. Setelah operasi itu, KPK membawa 4 orang termasuk Ketua PN Medan Marsuddin Nainggolan dan Wakil Ketua PN Medan Wahyu Prasetyo Wibowo. Namun, KPK melepaskan keduanya karena tidak cukup bukti.

“Sampai 24 jam, belum ada alat bukti yang cukup kuat terhadap yang bersangkutan,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo.

Tersangka kasus ini adalah hakim Adhoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada PN Medan Merry Purba, panitera pengganti PN Medan Helpandi, Direktur PT Erni Putra Terari Tamin Sukardi, dan Hadi Setiawan, orang kepercayaan Tamin. Namun, Hadi belum tertangkap.

Merry diduga menerima suap sebesar Sin$280 ribu dari Tamin, terdakwa korupsi penjualan tanah negara senilai Rp 132 miliar. Uang itu diduga untuk mempengaruhi putusan majelis hakim yang menangani perkara Tamin.

Suhadi mengatakan rehabilitasi akan dilakukan di internal MA. Menurut dia dengan begitu Marsuddin akan tetap dilantik sebagai Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Denpasar dan Wahyu akan tetap dilantik sebagai Ketua Pengadilan Negeri Serang. “Keputusan terhadap yang bersangkutan akan dipublikasikan melalui situs MA,” kata dia. (sbc-03/tem)




Tinggalkan Balasan

error: