Search
Rabu 12 Agustus 2020
  • :
  • :

Moms, Yuk Kenali Penyakit Eksim yang Sering Terjadi pada Bayi

Starberita – Jakarta, Banyak penyakit yang mengintai bayi. Salah satu penyakit yang sering menimpa bayi atau anak adalah penyakit Dermatis Atopik.

Dermatis Atopik atau yang paling sering disebut Eksim adalah penyakit yang merupakan kelainan kulit yang sering terjadi pada kulit anak atau bayi. Bayi dan anak yang mengalami penyakit ini umumnya memiliki keluhan dan gejala kulit kering, kemerahan, bersisik, dan gatal pada satu atau beberapa bagian di wajah, leher, lipatan siku atau lutut, pergelangan kaki yang berlangsung lama ataupun hilang timbul.

Selain itu, penyakit ini juga memengaruhi pola makan bayi, serta biaya kesehatan dan pengobatn. Eksim Atopik terjadi akibat interaksi multifaktorial yaitu faktor genetik (keturunan), lingkungan, gangguan fungsi pelindung kulit, faktor imunologik dan infeksi.

Biasanya, anak-anak yang terkena penyakit ini sifatnya kronik atau jangka panjang. Bisa juga penyakit ini sembuh namun berulang terus-menerus. Anak-anak yang memiliki penyakit Eksim ini sedikit berbeda dari anak-anak lainnya yang tidak memiliki penyakit ini.

Kulit anak-anak yang memiliki penyakit Eksim ini memiliki sistem imun yang berbeda. Mereka lebih cenderung sensitif, jadi jika ada sesuatu yang mengenai kulit mereka, respon imun yang mereka miliki bisa dibilang agak sedikit berlebihan.

Kulit bayi Atopik juga tidak memiliki pelindung, sehingga mereka berbeda dengan anak-anak normal yang memiliki faktor pelindung pada kulit yang lengkap. Jika mereka berkeringat lebih banyak, padahal itu keringat mereka sendiri mereka bisa gatal-gatal karena mereka tidak memiliki pelindung yang seharusnya ada di kulit mereka. Bahkan di ruangan yang ber-AC pun mereka lebih mudah gatal karena terlalu kering.

“Ciri-cirinya spesifik untuk beberapa rentan usia, yang berusia 2 bulan hingga 2 tahun biasanya bercak bercak merah atau gatalnya itu di area pipi, dada, siku, dan lutut, intinya pada area area yang sering bergesekan dengan lingkungannya. Misalnya pipi yang tergesek dengan tangan,” terang dr. Matahari, Ahli Kulit Anak dalam Seminar Media Bamed di Kawasan Cikini, Jakarta belum lama ini.

Untuk anak yang berusia 2,5 tahun hingga 10 tahun, ciri khususnya sama namun areanya berbeda. Untuk anak seusia ini, area untuk terkena penyakit ini lebih cenderung di daerah lipatan di mana produk produk lebih sering mengumpul atau sering tergesek gesek seperti dilipatan lutut dan dilipatan siku.

Dokter Matahari menambahkan, Eksim bisa diobati dengan mandi menggunakan air suhu biasa dan sabun bayi paling lama 10 menit. Selain sabun, pelembap juga adalah salah satu yang harus rutin diberikan kepada anak Atopik segera setelah mandi. Kemudian saat mencuci pakaian, hindari penggunaan pewangi ataupun pemutih yang bisa mengakibatkan iritasi bagi anak-anak Atopik.

“Selain itu juga sebisa mungkin gunakan pakaian yang benang-benangnya lembut dan halus, jangan menggunakan seperti bahan wol karena akan menimbulkan lebih banyak gesekan ke kulit anak Atopik sehingga akan memicu timbulnya Eksim,” imbuhnya.

Jika sudah melakukan hal tersebut namun anak masih mengalami penyakit ini, segeralah konsultasikan ke dokter kulit agar pemberian obatnya pun dapat disesuaikan dengan kondisi kulit anak Anda saat itu.

Namun sayangnya, penyakit ini tidak dapat disembuhkan total karena anak yang memiliki Eksim Atopik akan memiliki kelainan kulit ini seumur hidupnya atau memang sudah ada pada dirinya. Agar dapat mengontrolnya supaya tidak kambuh, perlu dilakukan perawatan seperti yang sudah disebutkan di atas. Bahkan menurut penelitian, memberikan pelembab pada anak sejak dini itu baik bagi anak yang menderita Eksim Atopik. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan

error: