Search
Selasa 16 Oktober 2018
  • :
  • :

Pemkab Karo Bangun Command Centre Berbasis IT

Starberita – Kabanjahe, Pemerintah Kabupaten Karo membangun Command Centrre berbasis information Technology (IT). Hal ini dilakukan sesuai dengan tindaklanjut rencana aksi pemberantasan korupsi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rencananya, konsep pembangunan Comand Centre menuju Karo Smart City.

“Tuntutan percepatan dan transparansi pelayanan publik, mendorong Pemkab Karo terus melakukan inovasi dengan mengembangkan konsep Karo Smart City,” kata Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) dan PDE Kabupaten Karo, Drs Jhonson Tarigan melalui stafnya Markus Malau, S.Pt, M.Si, kepada wartawan di Karo, Kamis (9/8/2018).

Dijelaskan, Command Centre bertujuan untuk menerima pengaduan dan keluhan masyarakat terkait layanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan sebagainya yang nantinya akan terintegrasi dengan jajaran Pemkab Karo.

“Command Centre adalah sebuah lokasi yang lengkap dengan infrastruktur yang diperlukan untuk melakukan meeting, mengambil keputusan, menugaskan, mengkoordinasi, memonitor dan mengontrol seluruh tindakan yang diperlukan sebagai respon terhadap setiap peristiwa di seluruh wilayah Kabupaten Karo,” ujarnya.

Markus menerangkan, Command Center tersebut tersambung dengan sejumlah fasilitas berupa Closed Circuit Television (CCTV) yang akan dipasang ditempat strategis atau daerah yang rawan kecelakaan lalu lintas maupun rawan tindakan kriminal.

Demikian juga, lanjutnya, dilokasi-lokasi yang rawan bencana termasuk disejumlah objek wisata. Namun demikian tentunya pemasangan sejumlah fasilitas CCTV di seluruh lokasi yang dianggap perlu, akan dilakukan bertahap.

Command Centre ini merupakan sebuah inovasi baru dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan urusan pemerintahan, pelayanan publik dan pembangunan didaerah,” tuturnya.

Nantinya, segala pengaduan masyarakat yang masuk ke Command Centre akan ditindaklanjuti para OPD terkait. Tentunya, akan dianalisis terlebih dahulu kebenaran pengaduan tersebut.

“Dari pengaduan di Command Centre tersebut bisa menjadi pertimbangan Bupati Karo dalam mengeluarkan kebijakan sesuai kewenangannya,” ucapnya.

Diperkirakan command center Pemkab Karo akan di launching Desember 2018. “Operator yang akan bertugas akan bekerja 24 jam, tentunya akan dilakukan shift kerja. Sekarang semua infrastruktur pendukung termasuk SDM nya sedang dipersiapkan melalui pelatihan dan bimtek,” jelasnya.

Dengan terwujudnya Command Centre ini, masih kata Markus, nantinya akan menjadi akses informasi secara profesional. Command Centre juga bisa mengakses berbagai aplikasi termasuk pemantauan dan pengawasan soal GPS kendaraan dinas pegawai, informasi perizinan online, KTP online dan lain sebagainya.

Command centre yang terdiri dari sejumlah aplikasi yang terintegrasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemkab Karo tersebut terbagi dalam dua kelompok. Yakni aplikasi pelayanan publik dan aplikasi pemerintahan.

“Selain itu, Command Centre ini nantinya menjadi pusat komando seluruh aplikasi dalam Smart City sehinga pelayanan kepada masyarakat akan efektif, cepat dan efisien, untuk mewujudkan Karo Smart City,” tuturnya.

Lebih lanjut Markus menjelaskan, bahwa nantinya Command Centre tersambung dengan aplikasi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Karo yang sudah mengimplementasikan sistem aplikasi penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) secara online yang diberi nama SPPiDOL, serta Penerapan Sistem Informasi Manajemen Daerah (Simda) dengan akrual basis secara real time online, yang terintegrasi dengan aplikasi Cash Management System (CMS), tentunya akan semakin memperkuat tata kelola keuangan Pemkab Karo semakin profesional.

“Setelah itu, Pemkab Karo juga sudah melaunching aplikasi e-Planning dan aplikasi e-perizinan sicantik serta e-Planning Centre Bappeda Karo beberapa waktu lalu yang nantinya semuanya akan tersambung dengan ‘dapur comando’ command Centre,” pungkasnya. (drh/and)




Tinggalkan Balasan

error: