Search
Minggu 9 Agustus 2020
  • :
  • :

Rentan Hepatitis, Bayi Baru Lahir Harus Segera Vaksin

Starberita – Jakarta, Hepatitis B sangat rentan ditularkan ibu kepada bayi yang baru dilahirkannya. Karena itu, penting bagi ibu untuk melakukan upaya pencegahan agar bayinya selamat dari penyakit yang berbahaya itu.

Menurut Konsultan Gastrohepatologi FKUI/RSCM Dr. dr. Hanifah Oswari, SpA(K), penularan hepatitis B ada dua cara. Pertama, secara vertikal dari ibu ke bayi dan kedua, secara horizontal misalnya melalui jarum suntik.

“Di Asia, khususnya Indonesia, paling sering adalah secara vertikal. Horizontal kecil sekali,” ujar Hanifah.

Jika penularan secara vertikal ini tidak ditangani sejak awal, maka rantai hepatitis tidak akan putus. Karenanya, ibu hamil perlu tahu status HBsAg positif atau tidak.

Jika ibu bertatus HBsAg positif, maka penularan bisa terjadi pada saat bayi di dalam kandungan atau saat dilahirkan. Namun, peluang penularan saat lahir mencapai 95 persen, dibanding penularan saat di kandungan yang hanya 5 persen.

Jika ibu tidak melakukan upaya pencegahan, maka anaknya akan menderita hepatitis begitu dilahirkan.

“Kalau hepatitis pada dewasa 1 dari 10 menjadi kronik, tapi pada bayi 9 dari 10 di bawah usia satu tahun menjadi kronik,” jelas Hanifah.

Ia menambahkan, pada bayi hepatitis ini tidak akan sembuh dan terbawa terus sampai meninggal. Oleh karena itu, hepatitis pada bayi merupakan masalah yang krusial.

Bayi yang terkena hepatitis mungkin tidak akan langsung menunjukkan gejala, tapi 10-20 tahun kemudian ia akan mengalami peradangan. Dan, dalam waktu minimal 40 tahun, hepatitisnya akan menjadi kronis, hingga pada 60 tahun akan menjadi sirosis.

“Waktu anak-anak tidak ketahuan, kalau sudah dewasa mulai ada gejala kanker hati,” ujar Hanifah.

Tak hanya masalah kesehatan saja, tapi hepatitis juga menimbulkan beban biaya yang sangat banyak. Menurut Hanifah, dalam satu tahun saja biaya pengobatan hepatitis bisa menelan biaya Rp21 juta, itu pun belum ditambah dengan berbagai pemeriksaan lainnya.

“Itu harus dilakukan seumur hidup, hitung saja biaya itu dikali dengan usianya. Itu juga tidak sembuh, keberhasilan kecil di bawah 30 persen,” kata Hanifah.

Karena itu, Hanifah menyarankan agar bayi baru lahir segera diberi vaksin kurang dari 12 jam setelah kelahirannya. Vaksin bisa melindungi bayi hingga 75 persen, dan bila dibarengi dengan imunoglobulin bisa mencapai 95 persen. (sbc-02/vnc)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: