Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – DPRD Apresiasi Peningkatan Status Puskesmas Sicanang
Search
Senin 23 September 2019
  • :
  • :

DPRD Apresiasi Peningkatan Status Puskesmas Sicanang

Starberita – Medan, Walikota Medan, Dzulmi Eldin, baru-baru ini meresmikan peningkatan status Puskesmas Pembantu (Pustu) Sicanang menjadi Puskesmas Induk. Peningkatan status tersebut mendapat apresiasi dari kalangan DPRD Kota Medan. Salah satunya, anggota Komisi B DPRD Medan, T Bahrumsyah.

Menurut Bahrumsyah, keberadaan Puskesmas Induk PJKA yang ada selama ini sudah tidak memungkinkan berfungsi sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Sebab, setiap hari selalu melayani peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari BPJS hingga sebanyak 80.000 orang di Belawan.

“Peresmian peningkatan Pustu Sicanang menjadi Puskesmas Induk sangat positif. Keberadaan Puskesmas Sicanang nantinya diharapkan dapat membantu Puskesmas PJKA dalam melayani masyarakat Belawan sebagai FKTP,” terang Bahrumsyah melalui pesan Whatsapp kepada wartawan, Minggu (22/7/2018).

Ketua Fraksi PAN ini berharap, kedepan pelayanan terhadap masyarakat Medan Utara, khususnya Belawan dapat dibagi terhadap kedua puskesmas tersebut. Hal itu untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat Medan Utara.

“Nantinya, kedua puskesmas ini dapat melayani masyarakat Medan Utara dengan baik. Semisal, peserta KIS yang dari Kelurahan Sicanang, Bahari dan Bahagia dapat dilayani di Puskesmas Sicanang sebagai FKTP-nya. Dan Puskesmas Inap PJKA dapat melayani masyarakat dari Kelurahan Belawan I, Belawan II dan Bagan Deli,” imbuh anggota Komisi B ini.

Bahrumsyah juga menyesalkan fungsi Puskesmas Rawat Inap yang belakangan ini hanya dijadikan tempat mengambil rujukan. Hal itu disebabkan, tidak displinnya Sumber Daya Manusia yang ada di Puskesmas dan tidak lengkapnya sarana yang tersedia.

“Harusnya, Dinkes Kota Medan mampu menjadikan Puskesmas Rawat Inap sebagai solusi untuk pelayanan dasar. Jangan hanya untuk tempat ambil rujukan saja,” tegas Bahrumsyah.

Padahal, kata Bahrumsyah, puluhan miliar dana kapitasi telah diperoleh dari jasa medis. Namun tidak bisa meningkatkan kualitas pelayan di puskesmas rawat inap khususnya.

“Ada 39 Puskesmas yang ditetapkan sebagai FKTP oleh BPJS bekerja sama dengan Dinkes Kota Medan. Mereka diberikan kompensasi Rp6 ribu per peserta,” urainya. (sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan

error: