Search
Minggu 18 November 2018
  • :
  • :

Waspada Moms, Anak Keseringan Diberi SKM Picu Gizi Buruk

Starberita – Jakarta, Orangtua tidak banyak yang membatasi pemberian susu kental manis kepada anaknya. Padahal kebiasaan tersebut bisa memicu gizi buruk jika diabaikan.

Tak banyak orang paham dengan label kemasan susu kental manis ketika membelinya. Orang tahunya hanya produk tersebut merupakan salah satu susu sehat yang bisa dikonsumsi anak-anak bergelas-gelas setiap hari.

Padahal jika dibedah kandungan nutrisinya, susu kental manis identik mengandung lebih dari 50% gula dan minum protein dan kalsium. Sementara itu, anak-anak sering mengonsumsi, bahkan sudah jadi kebiasaan sehari-hari.

Awas Moms, tak hanya berdampak pada peningkatan risiko diabetes atau obesitas, anak-anak justru terancam gizi buruk. Sebabnya, anak sudah kecanduan minum susu kental manis, tapi sayangnya sia-sia sekali.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh peneliti-peneliti dari Yayasan Abipraya Insan Cendekia Indonesia, disebutkan bahwa dampak dari SKM bisa sebabkan anak mengalami gizi buruk. Studi tersebut dilakukan di Kendari dan Batam, sekira Maret 2018 lalu.

Hasil studinya ialah sebanyak 89,8% ibu di Kendari tidak mengetahui bahwa konsumsi susu kental manis bisa menyebabkan gizi buruk. Sedangkan di Batam sebesar 23% ibu mengalami hal yang sama. Padahal susu kental manis itu merupakan produk pangan yang tinggi gula dan rendah gizi.

“Dengan mengetahui dampak konsumsi susu kental manis sebagai minuman susu bagi anak, sebesar 63% ibu di Kendari memutuskan untuk tidak memberikannya kepada anak, sedangkan di Batam sebesar 71,3%,” ujar Peneliti di Bidang Kesehatan dari YAICI Siti Z Agustina saat ditemui di Kantor KPAI, kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Namun rupanya dari studi tersebut diketahui, ada saja orangtua yang tetap memberikan susu kental manis kepada anaknya karena alasan terlanjur suka. Di Kendari sebesar 55% respondem dan di Batam 3% responden.

Sementara itu, 8% dari masing-masing responden di dua kota tersebut mengurangi pemberian susu kental manis. Beberapa ibu juga mempertimbangkan pemberian produk ini dalam jangka panjang. Setidaknya di Kendari ada 2,25% dan di Batam 1,7%. Juga sekira 10,7% ibu di Batam akan memberikan jika anak meminta atau tidak terlalu sering.

Terlepas dari itu, orangtua mulai diminta untuk membatasi Konsumsi susu kental manis dalam waktu sering. Produk ini juga hanya boleh dikonsumsi sebagai pelengkap makanan atau minuman, bukannya malah menjadi menu asupan tunggal yang dapat memenuhi kebutuhan gizi anak.

Adanya polemik susu kental manis ini, menjadi salah satu faktor yang membuat KPAI harus mengawasi masalah stunting di Indonesia. Angka penderitanya kian lama meningkat, sehingga harus diberantas akar penyebabnya.

“Selama ini banyak anak-anak di Indonesia mengalami gizi buruk karena kurang asupan makanan bernutrisi. Padahal dalam masa golden period anak mulai 0-60 bulan, anak harus mendapat asupan bernutrisi, termasuk susu pertumbuhan atau ASI eksklusif,” tegas Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Siti Hikmawati, pada kesempatan sama. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan