Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Paparan Polusi Bisa Jadi Faktor Resiko Leukemia pada Anak?
Search
Senin 14 Oktober 2019
  • :
  • :

Paparan Polusi Bisa Jadi Faktor Resiko Leukemia pada Anak?

Starberita – Jakarta, Banyak faktor pemicu terjadinya leukemia pada anak, namun orangtua hampir tidak pernah mencegahnya. Seperti salah satunya polusi selalu diklaim bisa jadi pencetus penyakit ganas itu.

Namun demikian, para ahli pun belum mengetahui pasti penyebab leukemia secara umum. Terlepas dari riwayat genetik dan sebagainya, belum tentu juga kebenarannya.

Soal paparan polusi dapat menyebabkan leukemia, Ahli Onkologi Anak dr Elizabeth Yohmi SpA menjelaskan lebih lanjut. Menurut dia, tidak sekedar polusi saja yang jadi faktor pencetus, tapi beberapa hal lain juga memengaruhi.

“Polusi jadi penyebab leukemia itu belum diketahui faktornya. Lainnya lagi biasanya karena paparan radiasi yang secara umum atau paparan asbetos pabrik memicu kanker pada semua kalangan,” ujarnya.

Dia menambahkan, faktor terbesar terjadinya leukemia juga bisa dilihat dari riwayat keluarga. Ketika ada anggota keluarga besar yang menderita berbagai jenis kanker, termasuk leukemia bisa jadi rentan ikut mengalami.

Apalagi bagi seseorang tidak bisa menjaga gaya hidupnya agar bebas dari penyakit ganas ini. Tak terkecuali bagi anak, juga rentan mengalami leukemia di usia dini.

“Keganasan faktor leukemia itu terjadi karena berbagai faktor. Misalnya, ada keluarga sakit kanker bisa jadi menurun ke anak atau orang dewasa satu genetik,” terang dia.

dr Yohmi menjelaskan, leukemia itu sama dengan kanker darah. Ini menyebabkan sumsum tulang tidak bisa memproduksi darah merah dengan baik karena dijajah sel kanker.

“Karena sel darah merah kurang, akhirnya anak gampang sakit panas, tubuhnya cepat lemas, kulitnya sering lebam tanpa sebab, sendi dan tulang bisa nyeri,” bebernya.

Gejala tersebut, terang dr Yohmi, terjadi karena penyumbatan aliran darah atau kondisinya tidak wajar. Segera atasi jika anak mengalami gejala tersebut agar tidak berdampak fatal. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan

error: