Search
Minggu 23 September 2018
  • :
  • :

Waspada, Kondisi Mata Malas yang Tak Diobati Bisa Sebabkan Kebutaan

Starberita – Jakarta, Beberapa orang mungkin mengenal mata malas dengan mata juling. Padahal, keduanya adalah hal yang berbeda. Namun mata juling atau yang biasa disebut dengan strabismus bisa menjadi salah satu penyebab mata malas yang paling sering terjadi.

Mata malas atau yang disebut dengan amblyopia, terjadi ketika rangsangan yang diterima otak tidak benar dan akhirnya otak tidak menerima rangsangan dari mata yang malas tersebut. Jika kondisi ini tak ditangani dengan baik, maka akan menyebabkan kebutaan pada mata. Lantas, bagaimana kondisi ini menimbulkan kebutaan?

Bagaimana mata malas menyebabkan kebutaan?

Penyebab mata malas paling sering adalah mata juling atau strabismus. Strabismus membuat mata kanan dan kiri tidak sejajar, karena itu gambar yang dikirim ke otak tidak sama, bahkan bertentangan.

Dua gambar terpisah yang dikirim ke otak membuat gambar buram, sehingga lebih nyaman bagi otak untuk mengabaikan satu mata. Mata yang tidak normal ini kemudian menjadi lemah karena tidak digunakan, akhirnya menimbulkan penyakit mata malas. Penglihatan pada mata yang malas dapat terus menurun jika tidak ditangani.

Kondisi ini dapat menyebabkan kebutaan pada mata yang malas karena otak selalu mengabaikan rangsangan atau sinyal yang diterima dari bagian mata tersebut. Karena otak merasa tidak mendapatkan rangsangan tersebut, maka lama kelamaan saraf pada mata yang malas akan rusak dan akhirnya menyebabkan kebutaan yang permanen.

Lalu, bagaimana mengatasi mata malas agar tak terjadi kebutaan?

Mata malas bisa ditangani sesuai dengan penyebabnya masing-masing. Beberapa pengobatan atau terapi yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi mata ini yaitu:

  • Kacamatabiasanya diresepkan untuk meningkatkan fokus atau ketidaksejajaran mata.
  • Pembedahan atau operasi dapat dilakukan pada otot mata untuk meluruskan mata jika cara sebelumnya tidak berhasil. Pembedahan dapat membantu dalam perawatan amblyopia dengan memungkinkan mata untuk bekerja sama lebih baik.
  • Latihan mata mungkin disarankan sebelum atau setelah operasi untuk memperbaiki kebiasaan visual yang salah yang terkait dengan strabismus (mata juling) dan untuk mengajarkan penggunaan mata yang nyaman

Jika penyebab yang mendasari sudah diperbaiki, terapi dapat dilanjutkan dengan:

  • Patching atau menutupi satu mata (mata yang lebih dominan) mungkin diperlukan untuk jangka waktu mulai dari beberapa minggu hingga satu tahun. Ketika mata yang lebih dominan ditutup, hal ini akan memaksa mata yang “malas” untuk bekerja, dengan demikian memperkuat penglihatannya.
  • Obat-obatan, dalam bentuk tetes mataatau salep dapat digunakan untuk mengaburkan penglihatan mata yang baik untuk memaksa yang lemah untuk bekerja. Namun dengan obat-obatan lebih kecil keberhasilannya.

Untuk mengetahui terapi atau pengobatan mana yang paling tepat untuk Anda, sebaiknya konsultasikan hal ini pada dokter. Dokter akan menyesuaikan pengobatan dengan kondisi kesehatan Anda. (sbc-02/hel)

 




Tinggalkan Balasan

error: