Search
Rabu 21 November 2018
  • :
  • :

Suka Jajan Jagung Bakar di Pinggir Jalan, Ada 5 Dampak yang Merugikan Kesehatan

Starberita – Jakarta, Saat piknik ke wilayah dataran tinggi sering kita menjumpai warung jagung bakar di pinggir jalan. Tapi kamu harus hati-hati, karena makan jagung bakar sembarangan bisa bikin gangguan pencernaan. Apa kaitannya?

Pada umumnya warung kaki lima yang menawarkan jagung bakar dan kudapan lainnya itu tidak higienis. Pedagang tidak menjaga kebersihan, belum lagi kalau makanannya dihinggapi lalat.

Disamping itu, cuaca dingin yang menusuk juga bisa mempengaruhi imunitas. Jika kondisi tubuh sedang tidak sehat, pasti jadi gampang sakit kalau makan sembarangan.

Nah, perhatikan lima dampak buruk ketika kamu sembarangan makan jagung bakar dan kudapan lainnya di sebuah warung pinggir jalan. Berikut ulasannya.

Makanan dihinggapi lalat

Makanan yang dijual di pinggir jalan umumnya dihinggapi lalat. Apalagi kalau lingkungan di sekitarnya kotor. Hati-hati ya, lalat mengandung banyak patogen yang dapat menyebabkan penyakit serius. Yang harus diingat, sebagian besar penjual jagung bakar pinggir jalan ada di dekat dinding atau area yang sering dikencingi. Jadilah kondisi makanan yang dijual tidak higienis dan memicu penyakit.

Alat bakaran kotor

Karena pedagang super sibuk melayani pembeli yang datang, mereka tentu tidak sempat mengganti alat bakaran yang baru. Jadilah alat itu kotor dan baranya memicu karsinogenik. Jika jagung itu dibakar di atas bara yang kotor, tentu bisa membahayakan kesehatanmu jika dikonsumsi secara langsung.

Tangan yang tidak higienis

Pedagang juga jarang cuci tangan pakai sabun, juga tidak menggunakan air bersih. Sudah pasti ini efeknya dapat memicu kamu mengalami diare. Sebab air yang kotor tersebut mengandung mikroorganisme berbahaya yang menyebabkan kamu mengalami gangguan pencernaan.

Banyak bahan mentah yang dipakai busuk

Warung pedagang kaki lima seringnya tidak memerhatikan bahan baku yang hendak dijual kepada pelanggan. Misalnya ada bahan dasar seperti jagung setengah busuk, perasan lemon atau cabai dengan kondisi yang sama, dan beberapa bahan lainnya tidak bagus kualitasnya. Ini menjadi sorotan yang harus kamu hindari agar tidak mengalami dampak serius akibat mengonsumsi makanan yang dijual oleh pedagang tersebut.

Kontaminasi udara kotor

Warung di pinggir jalan tentu banyak mendapat paparan polusi asap atau udara yang telah terkontaminasi. Belum lagi kalau lokasinya terbuka, banyak mikroorganisme bertebaran. Sayangnya, kamu tidak melihat dengan kasat mata, tapi bisa mengalami efek sampingnya yang merugikan. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan