Search
Minggu 22 Juli 2018
  • :
  • :

Program Penanggulangan Banjir Masih Belum Tepat Sasaran

Starberita – Medan, Kota Medan sepertinya masih belum terbebas dari banjir, sebab hujan sebentar saja Kota Medan sudah tergenang. Fakta terbaru, Minggu (8/7/2018) kemarin sejumlah kawasan di Kota Medan tergenang usai hujan mengguyur kota terbesar ketiga di Indonesia ini.

Menyikapi kondisi ini, anggota Komisi D DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, menilai fenomena ini terjadi karena program yang tidak tepat sasaran.

“Kita melihat program penanggulangan banjir di Kota Medan masih belum tepat. Terbukti, masih banyak draenase yang tidak bekerja secara maksimal dalam menyerap dan menampung air,” kata Paul Simanjuntak menjawab wartawan di DPRD Kota Medan, Selasa (10/7/2018).

Tahap awal untuk mengurangi efek genangan air, kata Paul, minimal harus ada ada normalisasi, lalu kemudian dipikirkan bagaimana agar Medan tidak lagi terjadi genangan air.

“Artinya, harus ada pekerjaan drainase yang benar-benar mampu menanggulangi persoalan genangan air ini. Sebab, normalisasi hanya untuk membantu kelancaran air saja, bukan sebagai solusi agar tidak lagi adanya genangan air. Dengan anggaran yang ada, jika dikerjakan secara benar dan tepat sasaran saya pikir sudah cukup,” ungkapnya.

Seperti jalan rusak, sebut Paul, cukup jalan yang rusak itu diperbaiki dan bukan jalan yang masih bagus. “Intinya, bagaimana Medan ini tidak berlubang. Contoh, Jalan Deli yang rusak 200 sampai 300 meter saja, tapi kenapa sepanjang Jalan GB Josua yang diaspal. Kalau uangnya ada, mungkin gak masalah semua diaspal, tapi keuangan Pemko Medan kan sangat terbatas, sementara di wilayah lain masih banyak jalan  yang juga butuh perbaikan,” terangnya.

Begitu juga dengan dranase, sambung Paul, seharusnya ditinjau wilayah mana yang menjadi kawasan tergenang dan kemudian dilakukan program penanggulangannya. “Harus ada skala prioritas yang dikerjakan untuk mengatasi persoalan genangan air ini,” katanya.

Memang, tambah Paul, keberadaan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) di kecamatan sudah cukup berarti dalam melakukan perawatan parit, hanya saja cara kerjanya yang masih belum optimal.

“Banyak mandornya yang tidak profesional, faktornya mungkin karena kerja tak kerja, tapi tetap terima gaji. Harusnya mereka digaji berdasarkan laporan kinerja,” katanya. (sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan

error: