Search
Jumat 21 September 2018
  • :
  • :

Kejari Dairi Kembali Tahan Tiga Tersangka Kasus Kapal Fiktif

Starberita – Sidikalang, Kejaksaan Negeri Dairi kembali menahan tiga orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kapal di Dinas Parawisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi tahun anggaran 2008. Yakni, tim serah terima atau Provisional Hand Over ( PHO ) yakni Drs. Tumbur Simbolon (61), Jinto Berasa (39) dan Jamidin Sagala (61). Ketiganya langsung ditahan setelah menjalani pemeriksaan, Rabu (4/7/2018).

Kepala Kejaksaan Negeri Dairi Jonny William Pardede melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Wijaya SH kepada wartawan membenarkan penahanan tersebut. Dikatakan, tanda tangan para tersangka pada dokumen dan administrasi proyek merupakan dasar pembayaran uang kepada rekanan pelaksana.

“Barang tidak ada, tetapi uang dicairkan. Kasus tersebut kategori ‘total loss’ dan nilai kerugian keuangan negara sebesar nilai kontrak yakni Rp390 juta,” terang Wijaya.

Disebutkan, selain tiga orang tersangka yang ditahan, terdapat dua nama lain yang dipanggil namun tidak hadir. Keduanya adalah RS yang mangkir tanpa alasan, kemudian PS yang menyampaikan alasan butuh pendampingan kuasa hukum. Terhadap alasan yang dikemukan PS, Wijawa menyebut bahwa Kejaksaan sebenarnya sudah mempersiapkan penasehat hukum.

Menurutnya, kedua tersangka yang mangkir akan dipanggil kembali minggu depan guna menjalani proses hukum. Ketidakhadiran keduanya menjadi catatan tersendiri.

Diketahui, dua tersangka yang ditahan Tumbur Simbolon dan Jamidin Sagala merupakan pensiunan ASN, sementara Jinto Berasa masih berstatus ASN aktif. Demikian juga dengan dua tersangka yang mangkir, PS masih ASN aktif sedangkan RS sudah pensiun.

Sebelumnya, dalam kasus yang sama, tiga orang sudah menjalani hukuman penjara yakni atas nama Pardamean Silalahi selaku eks Kepala Dinas Parawisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi, Naek Kaloko pimpinan proyek dan Naek Angkat yang pada tingkat kasasi masing-masing diputuskan hukuman 6 tahun penjara.

Sementara tentang keberadaan kontraktor atas nama Nora Butar-Butar, Wijaya menyebut telah melakukan berbagai upaya pencarian dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tumbur Simbolon yang dimintai tanggapan, saat berjalan dari ruang pemeriksaan menuju mobil tahanan kejaksaan yang hendak mengantarkan menuju Rutan Sidikalang, membantah terlibat korupsi.

“Dang korupsi au (saya tidak korupsi = red)”, sebut Tumbur Simbolon singkat sembari menaiki bus tahanan kejaksaan. (sbc-05/drh) Kejaksaan, Dairi, kasus, kapal fiktif

Starberita – Sidikalang, Kejaksaan Negeri Dairi kembali menahan tiga orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kapal di Dinas Parawisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi tahun anggaran 2008. Yakni, tim serah terima atau Provisional Hand Over ( PHO ) yakni Drs. Tumbur Simbolon (61), Jinto Berasa (39) dan Jamidin Sagala (61). Ketiganya langsung ditahan setelah menjalani pemeriksaan, Rabu (4/7/2018).

Kepala Kejaksaan Negeri Dairi Jonny William Pardede melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Wijaya SH kepada wartawan membenarkan penahanan tersebut. Dikatakan, tanda tangan para tersangka pada dokumen dan administrasi proyek merupakan dasar pembayaran uang kepada rekanan pelaksana.

“Barang tidak ada, tetapi uang dicairkan. Kasus tersebut kategori ‘total loss’ dan nilai kerugian keuangan negara sebesar nilai kontrak yakni Rp390 juta,” terang Wijaya.

Disebutkan, selain tiga orang tersangka yang ditahan, terdapat dua nama lain yang dipanggil namun tidak hadir. Keduanya adalah RS yang mangkir tanpa alasan, kemudian PS yang menyampaikan alasan butuh pendampingan kuasa hukum. Terhadap alasan yang dikemukan PS, Wijawa menyebut bahwa Kejaksaan sebenarnya sudah mempersiapkan penasehat hukum.

Menurutnya, kedua tersangka yang mangkir akan dipanggil kembali minggu depan guna menjalani proses hukum. Ketidakhadiran keduanya menjadi catatan tersendiri.

Diketahui, dua tersangka yang ditahan Tumbur Simbolon dan Jamidin Sagala merupakan pensiunan ASN, sementara Jinto Berasa masih berstatus ASN aktif. Demikian juga dengan dua tersangka yang mangkir, PS masih ASN aktif sedangkan RS sudah pensiun.

Sebelumnya, dalam kasus yang sama, tiga orang sudah menjalani hukuman penjara yakni atas nama Pardamean Silalahi selaku eks Kepala Dinas Parawisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi, Naek Kaloko pimpinan proyek dan Naek Angkat yang pada tingkat kasasi masing-masing diputuskan hukuman 6 tahun penjara.

Sementara tentang keberadaan kontraktor atas nama Nora Butar-Butar, Wijaya menyebut telah melakukan berbagai upaya pencarian dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tumbur Simbolon yang dimintai tanggapan, saat berjalan dari ruang pemeriksaan menuju mobil tahanan kejaksaan yang hendak mengantarkan menuju Rutan Sidikalang, membantah terlibat korupsi.

“Dang korupsi au (saya tidak korupsi = red)”, sebut Tumbur Simbolon singkat sembari menaiki bus tahanan kejaksaan. (sbc-05/drh)




Tinggalkan Balasan

error: