Search
Sabtu 20 Oktober 2018
  • :
  • :

Seberapa Bahayakah Tak Sengaja Telan Permen Karet? Ini Penjelasannya

Starberita – Jakarta, Semua orang tentu pernah mengunyah permen karet. Kudapan ini memang dipercaya dapat menahan rasa haus, serta kerap dijadikan sebagai ‘obat mujarab’ bagi mereka yang ingin berhenti merokok.

Namun pernahkah Anda mendengar sebuah mitos yang mengatakan jika permen karet tidak sengaja tertelan dan masuk ke dalam tubuh, ia akan tersimpan di dalam perut dalam jangka waktu yang sangat lama?

Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk simak ulasan lengkapnya.

Permen karet sudah ditemukan sejak 9.000 tahun silam

Sebelum menilik lebih jauh mengenai mitos menelan permen karet, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu asal usul permen bertekstur lengket itu. Menurut The History Channel, orang-orang zaman dulu ternyata telah mengunyah zat-zat yang mirip permen karet sejak 9.000 tahun silam.

Bangsa Maya kuno diketahui telah mengunyah sesuatu yang disebut “chicle” yang berasal dari pohon sawo untuk membantu mengurangi rasa haus. Faktanya, hanya wanita dan anak-anak yang diperbolehkan mengunyah chicle.

Sementara untuk produk permen karet modern sebetulnya terbuat dari karet sintetis atau alami. Zat karet itu kemudian dicampur dengan pemanis, sehingga saat Anda mengunyah permen karet rasa manis akan dilepaskan ke dalam mulut.

Perut tidak bisa mencerna permen karet

Ketika Anda mengunyah permen karet, enzim di dalam mulut akan memecah kandungan nutrisi pada makanan. Namun terkadang, tanpa disadari Anda malah menelannya.

Lalu, apa yang terjadi ketika permen karet masuk ke dalam tubuh? Usut punya usut, di dalam perut manusia ternyata tersimpan lebih banyak lagi enzim dan protein yang membantu mengurai nutrisi pada permen karet dan menyebarkannya ke seluruh tubuh.

Menurut laporan, sistem pencernaan dan enzim di tubuh kita memang tidak dapat memecah permen karet. Tapi bukan berarti makanan tersebut akan selamanya mendekam di dalam tubuh Anda.

Sistem pencernaan manusia memiliki sifat adaptif dan dapat mendorong permen karet melalui saluran pencernaan dan mengeluarkannya secara keseluruhan. Dalam arti lain, sebetulnya tidak berbahaya jika Anda tidak sengaja menelan permen karet, karena sistem pencernaan akan menyingkirkannya.

Hanya bertahan kurang dari dua hari

Namun para ahli mengatakan, ada kalanya permen karet dapat membahayakan tubuh kita. Permen karet yang masuk ke dalam sistem pencernaan dipercaya dapat memicu penyumbatan, tapi hal tersebut biasanya jika seseorang mengunyah permen karet dalam jumlah besar. Dampaknya akan menyebabkan konstipasi (sembelit), sakit perut, dan gejala berat lainnya selama kurang dari dua hari saja. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan

error: