Search
Selasa 18 Desember 2018
  • :
  • :

Penelitian: Liur Bisa Deteksi Kanker Prostat

Starberita – Jakarta, Kanker prostat adalah salah satu penyebab kematian paling umum pada pria. Faktor risiko paling tinggi untuk jenis kanker ini adalah keturunan atau genetika. Maka tak heran bila sejumlah ahli berusaha mengatasi kanker ini dengan pemeriksaan genetika.

Baru-baru ini, peneliti dari Inggris mencoba untuk menganalisis perubahan genetika yang berhubungan dengan kanker prostat menggunakan air liur. Cara ini dipercaya dapat membantu mengidentifikasi pria yang paling berisiko terkena kanker prostat. Tes yang mempelajari informasi genetika dari 140.000 pria dimana 80.000 di antaranya terkena kanker prostat menemukan 63 perubahan genetik baru yang meningkatkan risiko.

Gen tersebut kemudian ditambahkan ke daftar yang sebelumnya sudah memuat 100 gen yang terkait dengan kanker prostat. Hasil penelitian yang dilakukan oleh ahli di Institute of Cancer Research (ICR) di London dan Cambridge University itu telah diterbitkan di jurnal Nature Genetics. Pada hasil penelitian juga diungkapkan pria dengan sebagian besar perubahan genetik memiliki peluang hingga 50% untuk terkena kanker prostat.

Menurut peneliti, mengidentifikasi pria dengan faktor risiko yang lebih tinggi memungkinkan mereka untuk mendapatkan prioritas dalam pemeriksaan teratur. Dengan begitu, kanker prostat akan lebih cepat untuk dideteksi. Selain itu, para pria juga untuk pemeriksaan lebih teratur untuk bisa menjalani perubahan gaya hidup guna meminimalkan resiko.

Disisi lain, identifikasi dapat mencegah pria berisiko lebih rendah melakukan biopsi invasif sehingga dapat menghemat waktu dan uang, serta menurunkan komplikasi. “Kami telah menemukan informasi penting baru tentang faktor genetik yang dapat memengaruhi seseorang terkena kanker prostat. Hal terpenting adalah hasil penelitian kami telah menunjukkan bahwa sekarang ada lebih dari 150 varian genetik yang dapat mendeteksi pria berisiko mewarisi kanker prostat,” ucap salah seorang peneliti, Profesor Ros Eeles.

Langkah selanjutnya peneliti ingin melihat apakan informasi terkait genetik dapat membantu mencegah penyakit. Penelitian baru ini memang dapat membantu pria untuk memahami risiko genetik kanker prostat. Diharapkan mereka termotivasi untuk berbicara dengan dokter terkait penyakit tersebut. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan

error: