Search
Kamis 21 Juni 2018
  • :
  • :

Bau Mulut Parah? Bisa Jadi Diabetes

u mulutStarberita – Jakarta, Jika Anda memiliki bau mulut, Anda tidak sendirian. Bau mulut bisa menjadi tanda sesuatu yang lain. Jika Anda memiliki diabetes, nafas Anda dapat memberitahu Anda kondisi Anda. Pemahaman Anda mungkin dapat menyelamatkan Anda dari penyakit gusi lanjutan atau bahaya DKA.

Berikut ini informasi apakah halitosis alias bau mulut dapat merupakan gejala atau komplikasi dari diabetes.

Apa hubungan bau mulut dan diabetes?

Nafas Anda memiliki kemampuan menarik untuk memberikan petunjuk mengenai kesehatan Anda secara keseluruhan. Sama seperti bau mulut bisa menjadi tanda diabetes, bau amonia berhubungan dengan penyakit ginjal. Demikian pula, bau mulut yang sangat busuk mungkin merupakan tanda dari anoreksia nervosa. Penyakit lain, seperti asma, fibrosis sistik, kanker paru-paru, dan penyakit hati juga dapat menyebabkan bau yang berbeda pada nafas.

Bau mulut, juga disebut halitosis, bahkan mungkin digunakan dokter untuk mengidentifikasi diabetes. Baru-baru ini, para peneliti telah menemukan bahwa analisis nafas menggunakan infra merah secara efektif dapat mengidentifikasi apakah Anda memiliki prediabetes atau diabetes stadium awal. Selain itu, para peneliti di Western New England University sedang menguji breathalyzer yang mengukur kadar glukosa darah.

Mengapa diabetes bisa mempengaruhi bau mulut?

Halitosis  terkait diabetes memiliki dua penyebab utama: penyakit periodontal dan tingginya tingkat keton dalam darah.

Penyakit periodontal

Diabetes dan penyakit periodontal  seperti pedang bermata dua. Sementara diabetes dapat menyebabkan penyakit periodontal, penyakit ini juga dapat membuat masalah lebih lanjut bagi penderita diabetes. Menurut sebuah laporan di IOSR Journal of Dental and Medical Sciences, diperkirakan 1 dari 3 orang dengan diabetes juga akan mengalami penyakit periodontal. Penyakit jantung dan stroke, yang merupakan komplikasi dari diabetes, juga terkait dengan penyakit periodontal.

Diabetes dapat mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh Anda, termasuk gusi Anda. Jika gusi dan gigi tidak menerima asupan darah yang tepat, mereka bisa menjadi lemah dan lebih rentan terhadap infeksi. Diabetes juga dapat meningkatkan kadar glukosa dalam mulut Anda, meningkatkan pertumbuhan bakteri, infeksi, dan bau mulut. Keadaan menjadi lebih buruk, ketika gula darah tinggi Anda menyebabkan tubuh sulit untuk melawan infeksi, yang membuat penyembuhan gusi menjadi sulit.

Penyakit periodontal, juga disebut penyakit gusi, termasuk gingivitis, periodontitis ringan, dan periodontitis lanjut. Dalam penyakit ini, bakteri menyerang jaringan dan tulang yang menyokong gigi Anda. Hal ini dapat menyebabkan peradangan. Peradangan dapat mempengaruhi metabolisme dan meningkatkan gula darah Anda, yang memperburuk diabetes.

Jika Anda mengalami penyakit periodontal, mungkin lebih susah dan memakan waktu lebih lama untuk sembuh daripada orang tanpa diabetes.

Bau mulut adalah tanda umum dari penyakit periodontal. Tanda-tanda lainnya termasuk:

  • gusi merah atau pucat
  • gusi berdarah
  • gigi sensitif
  • gusi surut

Keton

Ketika tubuh Anda tidak dapat membuat insulin, sel-sel Anda tidak menerima glukosa yang mereka butuhkan untuk dijadikan energi. Untuk mengimbanginya, tubuh Anda beralih ke rencana B: yaitu dengan membakar lemak. Membakar lemak dan bukan gula, menghasilkan keton yang menumpuk dalam darah dan urine Anda. Keton juga dapat dihasilkan ketika Anda berpuasa atau Anda sedang diet tinggi protein, dan rendah karbohidrat.

Tingkat keton yang tinggi sering menyebabkan bau mulut. Salah satu keton, aseton (zat kimia yang juga ditemukan dalam cat kuku) dapat menyebabkan bau seperti kuku pada nafas Anda.

Ketika tingkat keton naik ke tingkat yang tidak aman, Anda berisiko mengalami kondisi berbahaya yang disebut diabetic ketoacidosis (DKA). Gejala DKA meliputi:

  • bau busuk pada nafas Anda
  • lebih sering buang air kecil dari biasanya
  • nyeri perut, mual, atau muntah
  • kadar glukosa darah tinggi
  • sesak nafas atau kesulitan bernafas
  • kebingungan

DKA adalah kondisi yang berbahaya, sebagian besar terjadi hanya pada orang dengan diabetes tipe 1, yang gula darahnya tidak terkontrol. Jika Anda memiliki gejala-gejala ini, segera cari bantuan medis.

Apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasi komplikasi saya?

Bersama dengan penyakit neuropati, penyakit jantung, dan penyakit lainnya, periodontitis merupakan komplikasi umum dari diabetes. Namun, Anda bisa mengambil langkah-langkah untuk mencegah penyakit gusi atau untuk mengurangi hal yang lebih parah. Kendalikan penyakit Anda dengan tips sehari-hari seperti:

  • Sikat gigi Anda setidaknya 2 kali sehari danfloss setiap hari.
  • Jangan lupa menyikat atau mengikis lidah Anda, karena lidah merupakan tempat perkembangbiakan utama bakteri yang berbau busuk.
  • Minum air dan jaga mulut Anda tetap basah.
  • Gunakan permen bebas gula atau permen karet untuk merangsang air liur.
  • Kunjungi dokter gigi secara teratur dan ikuti rekomendasi pengobatan. Pastikan dokter gigi tahu Anda memiliki diabetes.
  • Dokter atau dokter gigi dapat meresepkan obat untuk merangsang produksi air liur.
  • Jika Anda memakai gigi palsu, pastikan ukurannya pas dan lepaskan saat malam hari.
  • Jangan merokok. (sbc-02/hel)

 




Tinggalkan Balasan

error: