Search
Sabtu 20 Oktober 2018
  • :
  • :

Ini Berbagai Jenis Pengobatan Pankreatitis Sesuai Gejalanya

Starberita – Jakarta, Pankreatitis adalah peradangan pada pankreas yang biasanya disebabkan oleh kebiasaan minum miras dan pola hidup tidak sehat. Pankreatitis dibagi dua jenis, yaitu pankreatitis akut dan pankreatitis kronis. Karena karakteristik kedua pankreatitis ini berbeda, maka jenis pengobatannya pun berbeda. Lantas, apa saja pilihan pengobatan pankreatitis berdasarkan jenis penyakitnya? Berikut penjelasannya.

Apa saja pilihan pengobatan pankreatitis akut?

Pankreatitis akut terjadi dalam waktu singkat atau timbul secara mendadak, kondisinya pun cepat memburuk dan dapat menyebabkan komplikasi. Karena perkembangan penyakitnya cepat, penderita pankreatitis akut perlu segera dirawat di rumah sakit.

Orang dengan pankreatitis akut biasanya mengalami muntah-muntah dan penurunan nafsu makan sehingga cairan tubuhnya berkurang drastis. Menurut American College of Gastroenterology, hal ini dapat diatasi dengan pemberian cairan intravena atau infus selama 12 hingga 24 jam pertama.

Biasanya, pankreatitis akut yang tergolong ringan akan hilang beberapa hari setelah perawatan. Namun, jika pankreatitis akut tergolong parah, maka dokter akan memastikan penyebab pankreatitis terlebih dahulu sebelum menentukan jenis pengobatannya.

1. Operasi kolesistektomi

Bila pankreatitis akut disebabkan oleh timbunan batu empedu, maka dokter mungkin akan menyarankan prosedur pengangkatan kantong empedu, atau disebut dengan kolesistektomi. Akan tetapi, dokter akan melihat sejauh mana kemungkinan komplikasinya. Jika pankreatitis sudah parah dan menuju komplikasi, dokter akan mengobati komplikasinya terlebih dahulu sebelum melakukan operasi.

2. Penyedotan cairan pada pankreas

Penyedotan cairan pada pankreas dilakukan jika pankreatitis disebabkan oleh abses atau infeksi pseudokista (kantung cairan pada pankreas). Setelah semua timbunan cairan berhasil diatasi, sisa-sisa jaringan pankreas yang rusak diambil untuk mengurangi perdarahan pasca operasi.

3. Endoscopic Cholangio-pancreatography (ERCP)

ERCP adalah prosedur menggabungkan endoskopi saluran pencernaan atas dan sinar-X untuk mengobati penyumbatan pada saluran empedu atau pankreas. Bila memungkinkan, prosedur ini dapat dilakukan untuk mengangkat kantung empedu yang sudah rusak akibat pankreatitis akut.

Idealnya, kantung empedu harus dikeluarkan dalam waktu dua minggu setelah gejala pankreatitis akut. Tanpa adanya kantung empedu, Anda tetap bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya. Hanya saja, Anda mungkin akan mengalami kesulitan saat mencerna makanan berlemak atau pedas.

Apa saja pilihan pengobatan pankreatitis kronis?

Pankreatitis kronis adalah peradangan pankreas yang sudah berlangsung lama; bisa berminggu-minggu hingga tahunan; kondisinya menetap, bisa terus berkembang, dan tidak pernah benar-benar hilang. Pankreatitis kronis bisa disebabkan oleh kebiasaan minum miras dan pola hidup tak sehat yang sudah dijalani lama.

Akibatnya, fungsi pankreas mengalami penurunan dan mengganggu proses pencernaan sampai membuat berat badan turun drastis.

Tidak ada obat khusus yang dapat menyembuhkan pankreatitis kronis. Namun, tanda dan gejala pankreatitis kronis dapat dikendalikan dengan:

1. Obat-obatan dan vitamin

Karena penderita pankreatitis mengalami kesulitan makan dan minum, maka dokter biasanya akan memberikan obat-obatan dan vitamin yang dapat membantu pencernaan. Contoh vitamin tersebut adalah vitamin A, D, E, K, dan suntikan vitamin B-12 bila diperlukan. Sedangkan obat-obatan pankreatitis kronis dapat berupa paracetamol dan ibuprofen, opioid lemah seperti codeine dan tramadol.

2. Operasi

Operasi merupakan salah satu pengobatan pankreatitis kronis untuk mengurangi tekanan atau penyumbatan di saluran pankreas. Jika kondisi pankreas penderita sudah terlalu parah, maka dokter mungkin akan melakukan prosedur pengangkatan seluruh pankreas dan transplantasi islet autologus.

Islet adalah kelompok sel di pankreas yang berperan dalam memproduksi hormon, termasuk hormon insulin. Setelah mengambil pankreas, dokter akan mengambil beberapa sel pankreas untuk memindahkannya ke organ hati. Nantinya, sel islet tadi akan menghasilkan hormon di tempat yang baru dan mengalirkannya ke darah. Jadi, pasien tetap bisa menghasilkan insulin tanpa adanya pankreas.

3. Suntikan blok saraf

Ketika pankreas meradang, saraf pankreas akan menstimulasi ‘tombol’ rasa sakit pada tulang belakang sehingga menimbulkan rasa nyeri. Untuk mengatasinya, dokter kemungkinan akan melakukan suntikan blok saraf guna untuk mematikan rasa nyeri.

Lalu, bagaimana dengan pengobatan pankreatitis berat?

Sekitar 20 persen kasus pankreatitis tergolong parah atau berat. Ini artinya, organ pankreas sudah mengalami komplikasi dan rasa nyeri yang ditimbulkan terus bertahan hingga 48 jam lamanya.

Salah satu komplikasi paling umum pada pankreatitis berat adalah infeksi pada jaringan penyuplai darah, yang membuat penderitanya dapat mengalami hipovolemia atau penurunan volume darah dalam tubuh. Terlebih, penderita juga mengalami muntah, berkeringat, dan penurunan nafsu makan dan minum sehingga semakin memperparah hipovolemia.

Kabar baiknya, infeksi tersebut dapat diatasi dengan pemberian antibiotik. Namun, jaringan yang mati atau rusak tetap harus diangkat dengan endoskopi ERCP. (sbc-02/hel)

 

 

 




Tinggalkan Balasan

error: