Search
Rabu 17 Oktober 2018
  • :
  • :

Tanpa e-KTP dan Suket, Pemilih Bisa Gunakan Hak Suara Dengan Model C6-KWK

Starberita – Medan, Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI) mengeluarkan surat bernomor 574/PL.03.6-3D/JJU/VI/2018 tertanggal 8 Juni 2018 tentang Penyelenggaraan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan 2018 yang ditujukan ke KPU provinsi, kabupaten/kota serta penyelenggaran pemilihan.

Salah satu isinya, dalam hal pemilih yang terdaftar dalam DPT, namun tidak dapat menunjukkan e-KTP atau Surat Edaran Keterangan (suket) diperbolehkan menggunakan hak pilihnya dengan ketentuan petugas KPPS memastikan bahwa formulir model C6-KWK yang dibawa sesuai dengan pemilih yang bersangkutan.

Terkait dalam hal ini, sejumlah KPU di kabupaten/kota di Sumut harus segera mensosialisasikan ulang kembali, karena sebelumnya yang disosialisasikan e-KTP dan suket, sementara Pilkada serentak tak terkecuali di Sumut sudah dekat dan surat KPU RI itu pun sifatnya segera.

“Ya benar, kami baru menerima surat KPU RI itu, setelah membacanya, yang terpikir saya bertambah yang harus dikerjakan dalam waktu singkat ini, kami harus melakukan sosialisasi ulang, karena selama ini hanya ktp el dan suket yang kami sampaikan,” kata Ketua KPU Asahan Darwis, kepada wartawan, kemarin.

Meski demikian akan dikerjakan secepatnya dengan membagikan terlebih dahulu surat itu ke pihak-pihak yang terkait terutama KPPS dan segera akan mensosialisasikannya.

“Kami juga diberi tugas hampir tidak ada libur di Hari Raya Idul Fitri ini, kalau saya rumah memang di Asahan ini, tapi banyak staf di kantor ini dari luar Asahan, ya nanti kita aturlah bagaimana caranya yang penting berjalan sukses dan lancar Pilkada di Sumut ini,” ujarnya.

Hal senada  juga disampaikan Ketua KPU Tanjung Balai, Amrizal, yang mengatakan bahwa surat KPU itu harus segera di sosialisasikan, karena sebelumnya tidak disampaikan bahwa pemilih yang terdaftar di DPT dan ada model C6 KWK, tapi tidak ada e-KTP atau suket boleh menggunakan hak suara.

Amrizal juga mengakui masih ada yang belum terkam e-KTP atau disaat mau pergi ke TPS tak kelihatan KTP sementara suket juga tak ada, yang begini akan menimbulkan masalah.

Menurutnya, secara kuantitas partisipasi masyarakat menggunakan hak pilihnya datang ke TPS bisa lebih meningkat, namun secara kualitas memang harus menjadi persyratan mutlak menggunakan e-KTP atau Suket.

Beda dengan Malaysia, disana pemilih hanya datang aja ke TPS dan menggunakan hak suara, semuanya sudah terdata secara elektronik, bahkan bagi yang datang menggunakan hak pilihnya diberi lagi oleh penyelenggara dana.

“Saya dari sana ketika pemilu itu, beda kita beda mereka,” pungkasnya. (sbc-03)




Tinggalkan Balasan

error: