Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Terkelin: Pemkab Komitmen Dukung Lembaga Adat Budaya Karo
Search
Jumat 6 Desember 2019
  • :
  • :

Terkelin: Pemkab Komitmen Dukung Lembaga Adat Budaya Karo

Starberita – Kabanjahe, Bupati Karo, Terkelin Brahmana menyampaikan, Lembaga Adat Budaya Karo Indonesia patut mendapat apreisasi dan wajib didukung. Menurutnya, belum ada secara permanen lembaga budaya ini telah berdiri di Kabupaten Karo, sejak dirinya menjabat Wakil Bupati Karo hingga Bupati Karo.

“Jadi komitmen Pemkab Karo, selalu eksis dengan terbentuknya Lembaga Budaya Karo yang rencananya akan di deklarasikan di Open Stage, Taman Mejuah-Juah Berastagi, bulan Juni 2018 ini,” kata dia saat bersua pengurus Lembaga Adat Budaya Karo Indonesia, seraya meninjau lokasi lahan kantor sekretariat di samping Gedung DPRD Karo, persisnya samping kantor LVRI Kabupaten Karo, Jalan Veteran Kabanjahe, Jumat (8/6).

Perkembangan zaman yang semakin mengglobal ikut pula mempengaruhi tergerusnya identitas budaya di suatu daerah terutama bagi generasi muda. “Sehubungan hal itu, dirasakan cukup mendesak untuk melakukan penggalian dan pemberdayaan potensi adat dan budaya masyarakat Karo. Kalau bukan orang Karo itu sendiri yang mencintai adat dan budaya-nya, siapa lagi yang bisa diharapkan menggali dan menghargai budaya Karo itu sendiri?” ujarnya.

Panitia Lembaga Adat Budaya Karo Indonesia, Sarjani Tarigan mengungkapkan, program ini sengaja dibentuk sebagai wadah dan tempat berkumpulnya sebagai diskusi dan musyawarah yang baik (arih-arih muat simehuli). “Oleh sebab itu rencana lembaga ini akan kami deklarasikan di Open Stage, Taman Mejuah-juah Berastagi, pada Sabtu (23/6/2018),”

Tokoh budaya masyarakat Karo, Malem Ukur Ginting menambahkan, pendirian dan pemberdayaan lembaga adat dan budaya Karo bukanlah sebuah pemikiran yang bersifat flash back (kemunduran). “Melainkan pemikiran konstruktif bersifat perspektif dalam rangka pemberdayaan pembangunan yang berorientasi kerakyatan dalam konteks kekinian sekaligus menjawab tantangan-tantangan pembangunan, tuturnya sembari mengapresiasi Bupati Karo yang sangat respek dan peduli sekaligus bersedia meminjamkan kantor untuk skretariat, ujar Malem. (sbc-03/drh)




Tinggalkan Balasan

error: