Search
Kamis 21 Juni 2018
  • :
  • :

Presiden Akan Kaji Regulasi Deradikalisasi di Kampus

Starberita – Jakarta, Presiden Joko Widodo menilai penangkapan dua terduga teroris di Universitas Riau tidak terjadi secara tiba-tiba. Menurut dia, paparan ideologi terorisme telah menyebar di kampus-kampus, sehingga perlu dilakukan program deradikalisasi untuk menangkal paparan idelogi tersebut ke mahasiswa.

“Memang radikalisme ini tidak muncul tiba-tiba. Ini sudah proses yang lama dan tidak mendadak datang,” kata Jokowi dari keterangan resmi Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Kamis (7/6/2018).

Jokowi memastikan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tengah melakukan proses deradikalisasi di kampus-kampus Indonesia. Namun, pemerintah, tidak akan berjalan sendirian dalam memerangi terorisme.

Diperlukan keterlibatan berbagai elemen masyarakat dan organisasi keagamaan untuk pencegahan sejak dini.

“Misalnya Majelis Ulama Indonesia juga ikut berperan, kemudian Nahdlatul Ulama juga ikut berperan, dan Muhammadiyah juga kita ajak berperan bersama. Memang kalau melihat data yang terpapar itu angkanya sudah sangat mengkhawatirkan. Ini yang terus akan kita kerjakan,” ucapnya.

Kepala Negara menjelaskan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) juga tengah melakukan kajian mengenai diperlukan atau tidaknya regulasi yang secara khusus mengatur soal radikalisme di lingkungan kampus.

“Baru dalam proses kajian oleh Kemenristekdikti. Tetapi kalau memang regulasi itu diperlukan, akan kita buat. Tapi ini masih dalam kajian,” tuturnya.

Ia menegaskan, radikalisme di kampus dan pencegahannya sama sekali tidak berkaitan dengan prinsip kebebasan akademik atau berserikat. Dua hal itu, menurutnya adalah hal berbeda yang tidak saling terkait.

“Tidak ada hubungannya antara kebebasan akademik atau kebebasan berserikat dengan proses pencegahan radikalisme. Ini adalah proses dalam rangka eksistensi negara kita ini, bukan yang lainnya,” tandasnya. (sbc-03/okz)




Tinggalkan Balasan

error: