Search
Selasa 14 Juli 2020
  • :
  • :

Tim Pemenangan Koalisi DPRD Sumut Sesalkan Adanya Black Campaign

Starberita – Medan, Tim Pemenangan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Nomor 1 Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah (ERAMAS) Koalisi DPRD Sumut sangat menyesalkan Black Campaign yang ditujukan pada pasangan tersebut.

Koordinator Tim Pemenangan ERAMAS Koalisi DPRD Sumut, Indra Alamsyah mengatakan Black Campaign yang dilakukan itu sudah tidak ampuh lagi bagi masyarakat Sumut yang sudah cerdas dalam menentukan calon pemimpin yang terbaik untuk 5 tahun  kedepan.

“Pak Edy dikatakan sakit stroke lah atau Ijeck (sapaan akrab Musa Rajeckshah,red) dikatakan jadi tersangka. Namun itu tidak berpengaruh, karena itu cara tidak baik dan tidak akan menghasilkan sesuatu yang baik. Tidak hanya itu, rakyat Sumut saat ini tidak bisa lagi dibodohi,” katanya kepada wartawan di Medan, Minggu (3/6/2018).

Menurut Indra yang juga Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Golkar ini, Edy saat ini harus menjaga kondisinya setelah melakukan serangkaian kegiatan sosialisasi yang cukup menyita waktu dan tenaga. “Pak Edy kan juga manusia biasa yang perlu istirahat. Sehingga wajar kalau beliau  istirahat,” tuturnya.

Indra mengungkapkan bahwa saat ini tim pemenangan yang sedang dikoordinirnya sedang bekerja untuk menjaga kantong-kantong suara atau konstituen pada pemilihan legislatif 2014 lalu.

Selain itu, lanjut Indra, sebanyak 74 kursi koalisi partai yang bergabung dengan ERAMAS juga bertugas memberikan pemahaman politik yang baik bagi masyarakat termasuk menghempang kampanye hitam.

“Kami bekerja maksimal tanpa pamrih untuk memenangkan pasangan EraMas. Ini kami lakukan untuk Sumut yang lebih bermartabat dan terhormat,” ujarnya.

Indra berrkeyakinan rakyat Sumut pasti ingin pemerintahan yang bersih dan tegas untuk menjadikan provinsi ini sebagai leader provinsi, minimal di Pulau Sumatera.

Menurut Indra, ketegasan Edy dalam memimpin sangat diperlukan dalam mewujudkan cita-cita agar rakyat Sumut sejahtera. Beda halnya seperti kepemimpinan Tengku Erry Nuradi sebagai gubernur, tidak memberikan dampak yang signifikan bagi rakyat.

“Rata-rata mengklaim program nasional dan acara-acara seremonial, sehingga mengabaikan masyarakat mendapatkan kesejahteraan. Makanya rakyat Sumut ingin perubahan dengan menghadirkan seseorang yang memang berjiwa pemimpin dan tegas. Tentu sosok iti ada pada Pak Edy,” pungkasnya. (sbc-03)

 




Tinggalkan Balasan

error: