Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Mitos atau Fakta, Berbuka Puasa dengan Gorengan Picu Iritasi Tenggorok?
Search
Kamis 21 November 2019
  • :
  • :

Mitos atau Fakta, Berbuka Puasa dengan Gorengan Picu Iritasi Tenggorok?

Starberita – Jakarta, Saat puasa, tubuh tidak diisi dengan nutrisi selama hampir 14 jam. Karenanya berbuka dan sahur momen paling menentukan untuk membangun pertahanan tubuh. Setelah belasan jam tidak mengunyah, kita diminta tidak sembarang memilih menu untuk mencegah infeksi mukosa dan tenggorok. Hal itu terungkap dalam gelar wicara “Jaga Kesehatan Saat Puasa dengan Menghindari Makanan Pemicu Sakit Tenggorok dan Biasakan Gargle” bersama Betadine di Jakarta, pekan ini.

Salah satu narasumber, dr. Fiastuti Witjaksono, SpGK menjelaskan, “Saat sahur dan berbuka, penting sekali untuk memilih makanan dan minuman yang sesuai dengan suhu tubuh normal manusia yaitu 37 derajat celsius. Makanan dan minuman yang terlalu panas atau dingin memicu reaksi stres pada mukosa tenggorok sehingga kuman lebih mudah masuk. Hindari juga makanan berminyak seperti gorengan karena menyebabkan iritasi tenggorok.”

Mengonsumsi menu dengan gizi seimbang saat puasa penting untuk menjaga daya tahan tubuh selama beraktivitas. Fiastuti menjabarkan saat berpuasa, waktu makan terbagi menjadi tiga yaitu ketika sahur, buka, dan setelah salat tarawih. Saat sahur, utamakan mengonsumsi makanan lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, buah serta air putih 2 sampai 3 gelas. Hindari minuman manis karena mempercepat rasa lapar muncul.

“Saat berbuka, awali dengan makanan atau minuman manis untuk mengganti kadar glukosa darah yang turun selama puasa seperti teh manis atau kurma atau kolak. Lanjutkan dengan makan lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, sayur, buah serta minum 3 sampai 4 gelas air putih. Setelah tarawih konsumsi makanan kecil serta air putih 1 sampai 2 gelas,” papar Ketua Departemen Ilmu Gizi RSCM Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. (sbc-02/auc)

 




Tinggalkan Balasan

error: