Search
Jumat 29 Mei 2020
  • :
  • :

Pertamina Siapkan Satgas BBM & LPG untuk Idul Fitri 2018

Starberita – Jakarta, Pemerintah terus menyiapkan berbagai hal, mulai dari stabilnya harga pangan, lalu lintas, jalanan hingga pasokan BBM jelang musim mudik Lebaran 2018, karena permintaan masyarakat akan kebutuhan BBM dan LPG selama bulan Ramadan dan Idul Fitri 1439 H akan melonjak.

Merespons hal tersebut, PT Pertamina (Persero) akan siaga penuh untuk memberikan pelayanan terbaik dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan BBM dan LPG selama Ramadhan dan saat mudik.

PT Pertamina telah mempersiapkan diri dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) BBM & LPG Idul Fitri 2018. Satgas BBM ini bertugas mengawal ketersediaan dan kelancaran distribusi ke seluruh wilayah NKRI serta melayani kebutuhan BBM & LPG bagi masyarakat khususnya pemudik selama Puasa dan Idul Fitri 2018. Satgas BBM akan mulai aktif bekerja pada H-21 hingga H+21 Idul Fitri.

Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo memperkirakan, volume kendaraan di jalan tol pada saat mudik Lebaran 2018 akan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan jalan tol yang tersedia sudah terhubung dari Banten hingga Surabaya.

“Untuk mengantisipasi hal tersebut, kami menambahkan masa satgas menjadi 3 minggu, baik sebelum Lebaran dan setelah Lebaran,” ujarnya Gandhi saat konferensi pers di Kantor Pusat Pertamina, pada Rabu 16 Mei 2018.

Pertamina kata dia telah memprediksi bahwa akan terjadi peningkatan volume kendaraan, untuk mengantisipasi hal tersebut, maka Pertamina menambahkan masa satgas mulai dari H-3 minggu hingga H+3 minggu.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan beberapa langkah strategis mengantisipasi kelancaran pasokan BBM.

“Demi kelancaran pasokan BBM, seperti tahun sebelumnya kami menyediakan KiosK/Serambi Pertamax, Mobil Dispenser Unit, BBM Kemasan di SPBU serta Motor/Mobil Pengantar Kemasan BBM. Layanan khusus ini akan disediakan di sepanjang jalur mudik Pulau Jawa baik jalan tol maupun non tol serta jalur Sumatera,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra menambahkan, Pertamina memperkirakan tahun ini ada peningkatan volume kendaraan sekitar 11-13 persen dibandingkan tahun lalu.

“Jumlah pemudik menggunakan roda dua diperkirakan mencapai 7,67 juta, naik dibanding tahun 2017 yang mencapai 6,8 juta. Sementara jumlah pemudik yang menggunakan roda empat diperkirakan mencapai 3,46 juta, naik dari tahun 2017 yang mencapai 3,1 juta,” ungkap Tiko.

“Per hari, kenaikan tertinggi terjadi pada BBM jenis Pertalite dari 46 ribu kiloliter menjadi 55 ribu kiloliter (20 persen), disusul Pertamax dari 15 ribu kiloliter menjadi 18 ribu kiloliter (15 persen), Premium dari 24 ribu kiloliter menjadi 26 ribu kiloliter (7 persen), Pertamax Turbo dari 787 kiloliter menjadi 820 kiloliter (5 persen), Dexlite dari 1.598 kiloliter menjadi 1.678 Kiloliter (5 persen), Dex dari 485 kiloliter menjadi 504 kiloliter (4 persen) serta Avtur meningkat dari 15 ribu kiloliter menjadi 16 ribu kiloliter (5 persen),” jelasnya. Sedangkan kebutuhan Solar diperkirakan turun dari 35 ribu kiloliter rata-rata harian menjadi 30 ribu kiloliter. (sbc-03/okz)




Tinggalkan Balasan

error: