Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Boydo: Saya akan Bawa Persoalan Pasar Pringgan ke Ranah Hukum
Search
Jumat 23 Agustus 2019
  • :
  • :

Boydo: Saya akan Bawa Persoalan Pasar Pringgan ke Ranah Hukum

Starberita – Medan, Anggota DPRD Kota Medan, Boydo HK Panjaitan, menyatakan akan membawa persoalan pengalihan Pasar Pringgan Kota Medan ke ranah hukum. Pasalnya, pihak Pemerintah Kota Medan menyatakan pengalihan Pasar Pringgan kepada pihak ketiga telah sesuai dengan peraturan.

”Untuk persoalan Pasar Pringgan ini, sekali lagi saya katakan tidak ada berpihak kepada siapapun, termasuk kepada pihak ketiga atau pedagang. Kita hanya ingin menegakan aturan. Saya nyatakan, persoalan ini akan kita bawa ke ranah hukum,” tegas Boydo HK Panjaitan usai bertemu dengan para pedagang Pasar Pringgan Medan, Selasa (22/5/2018).

Menurut Sekretaris Komisi C ini, dengan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum, maka akan segera diketahui siapa yang salah dalam menjalankan aturan. ”Biarkan saja Pemko Medan mengeluarkan fatwa apapun, tapi kajian yang mendalam akan dilakukan aparat penegak hukum. Ini akan saya laporkan dengan melibatkan tim advokasi PDI Perjuangan,” tegas Boydo lagi.

Boydo tetap bersikukuh menyatakan langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Medan sudah melanggar dari sisi aturan. ”Waktu saya memimpin Komisi C DPRD Kota Medan kawasan Pasar Pringgan diambil ahli dari pihak ketiga karena kontrak telah habis untuk segera diserahkan kepada Pemko Medan, tapi pasca dilakukan pengambilalihan itu, tidak berapa lama justru diserahkan kepada pihak ketiga lagi. Ini ada apa dengan Pemko Medan. Jadi, biarkan aparat hukum yang melakukan kajian,” ucapnya.

Kawasan Pasar Pringgan, kata Boydo, seharusnya tidak boleh dialihkan kepada pihak ketiga. ”Memang dalam aturan Permendagri untuk pengalihan tidak diperlukan persetujuan dari DPRD. Tapi, yang harus dipahami bersama Pasar Pringgan itu bagian dari aset terpisah yang saat ini masih ada sistem sewa kepada pedagang oleh PD Pasar Kota Medan sebagai pengelola, tapi kenapa diserahkan kepada pihak ketiga sementara pedagang masih memiliki hak sebagai penyewa kepada PD Pasar. Ini seharusnya tidak boleh dan harus dipahami bersama,” katanya.

Sebelumnya Boydo melakukan peretemuan dengan sejumlah pedagang yang merasa prihatin. Dalam pertemuan ini sejumlah pedagang Pasar Pringgan turut “mangulosi“ Boydo karena telah peduli dan memberikan atensi kepada para pedagang. (sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan

error: