Search
Senin 21 Mei 2018
  • :
  • :

Boydo: Pembangunan Pasar Kampung Lalang Baru 40 Persen

Starberita – Medan, Proses pembangunan Pasar Kampung Lalang terus mendapat sorotan dari kalangan DPRD Kota Medan. Pasalnya, hingga saat ini pembangunan pasar tersebut tidak menunjukkan progres yang cukup baik.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Medan, Boydo HK Panjaitan, menilai proses pembangunan Pasar Kampung Lalang benar-benar lambat, sebab hingga kini progres pembangunannya baru berjalan 40 persen.

“Pemko Medan harus benar-benar melakukan pengawasan ketat, agar pembangunan pasar yang dikerjakan oleh PT Budi Mangun KSO bisa rampung tetap waktu,” kata Boydo usai memantau langsung proses pengejerjaan proyek tersebut, Kamis (17/5/2018).

Politisi PDI Perjuangan ini juga menilai, Pemerintah Kota Medan masih terlalu lemah dalam admistrasi. “Kelemahan Pemko Medan yang serting terjadi adalah lalai dalam masalah administrasi. Akibatnya, pekerjaan yang seharusnya cepat selesai, menjadi lambat,” katanya.

Ditanya kenapa pembangunan Pasar Kampung Lalang masih dikerjakan oleh rekanan yang lama, Boydo, mengatakan hal itu terjadi karena pihak PT Budi Mangun KSO mendapatkan fatwa dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKKP) Pusat.

”Dalam perjanjiannya, pihak pengembang diberi kesempatan menyelesaikan pembangunan dengan jangka waktu hingga P-APBD 2018. Apabila pengerjaan pembangunan tidak selesai di P-APBD 2018, maka Pemko Medan tidak membayarkan sepeser pun kepada pengembang. Kalau di saat itu tidak selesai juga, barulah nanti benar-benar dicari pengembang baru untuk melanjutkan pembangunan. Setelah nanti selesai, maka pemerintah menganggarkan dananya pada P-APBD 2018,” ungkapnya.

Namun demikian, Bendahara DPC PDIP Kota Medan ini juga mengingatkan Pemko Medan agar benar-benar melakukan pengawasan terhadap pembangunan Pasar Kampung Lalang. “Bisa saja pembangunannya dikerjakan asal jadi. Jangan sampai nanti setelah selesai, timbul masalah baru karena pembangunan yang tidak sesuai,” ujarnya. (sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan

error: