Search
Selasa 25 September 2018
  • :
  • :

Wagubsu Dukung Pendidikan Anti Korupsi di Lingkungan Akademik

Starberita – Medan, Wagubsu, Nurhajizah Marpaung menilai pendidikan anti korupsi di lingkungan akademik, merupakan salah satu upaya pencegahan dini dalam memerangi korupsi. Menurutnya, ada tiga pilar yang menjadi upaya pemberantasan korupsi. Ketiga pilar ini yaitu preventif, investigatif dan edukatif.

Dengan strategi preventif, pemerintah mampu menangkal korupsi melalui serangkaian kegiatan pencegahan. Kemudian dengan langkah investigatif, pemerintah mengungkap fakta atau kasus korupsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Nah, yang terakhir ini tidak kalah penting, yaitu strategi edukatif. Upaya yang tidak hanya menumbuhkan dan meningkatkan pemahaman kita tentang korupsi dan isu terkait, tetapi juga mencegah tumbuhnya perilaku-perilaku koruptif, khususnya di kalangan generasi muda. Kegiatan hari ini salah satu contohnya,” kata Nurhajizah di Festival Konstitusi dan Anti Korupsi 2018, di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU), kemarin.

Dia berpendapat bahwa perguruan tinggi berisikan anak-anak muda yang masih idealis dan merupakan calon-calon pemimpin masa depan. Untuk itu, Nurhajizah menilai bahwa memulai pendidikan anti korupsi di lingkungan akademik, di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, merupakan investasi jangka panjang dalam memerangi korupsi.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan, acara ini adalah salah satu usaha pencegahan yang dilakukan KPK untuk memberantas korupsi. Bahkan, anggaran KPK lebih banyak dihabiskan pada upaya pencegahan daripada untuk Operasi Tangkap Tangan (OTT).

“Sudah banyak langkah yang kita ambil di lingkungan akademis terkait pendidikan anti korupsi ini. Salah satunya kerja sama dengan beberapa universitas untuk pengadaan kurikulum dan mata kuliah anti korupsi. Universitas Hasanuddin merupakan salah satu universitas yang sudah menerapkannya,” jelas Agus.

Beberapa universitas lain yang juga menunjukkan komitmen pencegahan korupsi adalah ITB. Salah satu bentuknya, kata Agus, apabila ada mahasiswa yang diketahui mencontek saat ulangan maka akan dikenakan hukuman skors selama satu semester.

“Mecontek sederhana memang, tapi ini adalah salah satu tindakan yang menguji dan melatih kejujuran dan integritas mahasiswa,” katanya.

Rektor USU, Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum sepakat dengan Wagubsu. Menurutnya, pelaksanaan acara-acara seperti ini di lingkungan kampus memberikan manfaat yang besar.

“Karena kampuslah yang mencetak calon-calon pemimpin masa depan. Selain itu, mahasiswa juga dikenal sebagai agent of change, mengawal dan mengontrol pemerintah sebagai penyelenggara negara dalam melaksanakan tugasnya untuk mencapai cita-cita dan tujuan negara,” ujar Runtung.

Runtung juga menyampaikan bahwa Festival Konstitusi dan Anti Korupsi 2018 di USU merupakan acara yang ketiga. Sebelumnya, acara tersebut dilaksanakan di Universitas Hasanuddin dan Universitas Indonesia. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: