Search
Minggu 23 September 2018
  • :
  • :

Soal Pilpres 2019, Hinca: “Demokrat Itu Punya Three in One”

Starberita – Medan, Sekjen DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan mengatakan bahwa pembahasan soal Pilpres 2019 merupakan salah satu hal yang cukup menarik saat ini.

“Untuk Capres dan Cawapres ini menarik, apalagi Demokrat itu punya three in one,” sebut Hinca yang ditemui usai acara Deklarasi dukungan Partai Demokrat terhadap pasangan Calon Gubernur – Calon Wakil Gubernur (Cagub – Cawagub), Edy Rahmayadi – Musa Rajeckshah (ERAMAS) di Medan, kemarin.

Lebih jauh Hinca pun menjelaskan soal Three in One yang disebutkannya. Yakni pertama, Partai Demokrat punya suara sebanyak 10,1% atau 12 juta suara. Kedua, Demokrat memiliki Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sudah 10 tahun memerintah dan terkenal di dalam maupun luar negeri. Ketiga, Demokrat mempunyai calon pemimpin masa depan, yakni Agus Harimukti Yudhoyono (AHY).

“Jadi seru untuk Pilpres ini. Seperti anak gadis, cantik kali gitu. Dan ini biarkan masing-masing berkomunikasi, berdialog. Karena waktunya masih ada 3 bulan, dan lagi tidak ada yang dalam waktu dekat ini bisa deklarasilah,” ungkap Hinca .

“Dan hari inipun belum ada satupun Capres yang mendeklarasikan, kecuali Partai bilang, si anu Capres saya. Sementara Cawapresnya gak ada. Padahal, KPU itu tidak menerima pendaftaran kalau Cuma satu calonnya harus dua, ya kan. Nah karena yang keduanya belum dapat, inilah yang membuatnya jadi menarik,” tambah Hinca menjelaskan.

Oleh karenanya, Hinca pun meminta agar semua pihak dapat membiarkan Partai Demokrat untuk terus melakukan kerja-kerja politiknya, termasuk halnya seperti Deklarasi dukungan Demokrat terhadap pasangan ERAMAS.

“Hari ini kami sudah menunjukkan kepada teman-teman, bahwa mengelola partai itu berbeda. Mengelola partai agak unik, meskipun kami datang belakangan tapi kami bisa menggenapinya,” paparnya.

Ditanya padanya lagi, untuk Capres dan Cawapres mana kira-kira yang akan di dukung Demokrat nantinya? Hinca pun mengatakan bahwa saat dirinya lebih senang jika ada yang bertanya partai mana yang bisa menggenapi 20%.

“Karena, sampai hari ini belum ada satu partaipun boleh 20%. Jadi biar dulu selesai perahunya, baru kita cari siapa nahkodanya,” ujar Hinca tersenyum.

Disinggung soal koalisi poros ketiga, Hinca pun mengatakan bahwa Demokrat masih terus memainkan hal tersebut. Ia pun menjelaskan bahwa komunikasi poros ketiga itu butuh waktu yang lama, karena harus sama visinya, harus sama programnya, dan harus sama bagaimana cara memenangkannya.

“Jadi itu gak mudah. Tapi kami terus melakukannya,” ucapnya.

Kemudian ditanya soal partai politik mana yang sudah ada menjalin komunikasi dengan pihak Demokrat, Hinca pun menjelaskan bahwa untuk komunikasi antar parpol masih terus dilakukan Demokrat.

“Komunikasi kami terus itu. Ada teman-teman PKB, ada PAN, ada PKS, dan yang lain-lain. Dan sebelum janur kuning naik diatas, jangan terus percaya kali kalian itu semua lengkap. Semua masih bisa bubar itukan. Kalau nanti Capresnya di bilang si A, yang satunya tak sor, Jadi situasinya makin ramai ini,” katanya.

Terkait komunikasi dengan pihak PDI-P untuk Pilpres 2019, Hinca mengatakan bahwa dirinya selalu melakukan komunikasi dengan Hasto itu sebagai Sekjen. Kendati demikian, dirinya pun mengungkapkan bahwa untuk menjalin komunikasi lebih jauh dengan PDI-P bukanlah perkara yang mudah.

“Jadi, mari kita liat kedepan, siapa yang harus bergandengan dengan siapa. Sebab, PDI-P sendiri pun gak bisa sendirian, dan dia pun harus mengajak partai lain juga. Dan semuanya masih bisa berubah, percaya sama saya,” ujar Hinca.

Ia pun lantas mencontohkan hal tersebut waktu Pilgubsu di DKI jakarta. Dimana pada waktu itu Partai Demokrat memutuskan dukungan di detik-detik terakhir. Yakni tiga jam penutupan di hari ketiga, baru melakukan pendaftaran.

“Nah itu biasa itu. Nah sekarang inikan masih ada 3 bulan, jadi biar kita urus soal Gubernur ini dulu,” tandasnya. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: