Search
Senin 21 Mei 2018
  • :
  • :

Medsos Percepat Proses Radikalisasi

Starberita – Jakarta, Peneliti Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial Universitas Indonesia Solahudin mengatakan media sosial mempercepat proses radikalisasi.

“Saya bisa simpulkan, bahwa salah satu elemen yang mempercepat proses radikalisasi itu terkait dengan sosial media,” kata Solahudin dalam diskusi Cegah dan Perangi Aksi Teroris di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Solahudin melihat kelompok-kelompok ISIS di Indonesia membuat banyak saluran di aplikasi perpesanan Telegram. Pada 2017 terdapat lebih dari 60 saluran Telegram berbahasa Indonesia. Dari angka itu, kata Solahudin, lebih dari 30 private saluran dibuat oleh kelompok-kelompok ISIS di Indonesia.

Setiap hari mereka mendistribusikan 80-150 pesan kekerasan dalam satu saluran. Menurut Solahudin jika jumlah saluran Telegram mereka lebih dari 60, artinya dalam 24 jam itu disebarkan ribuan pesan kekerasan. “Intensifnya orang terpapar dengan paham-paham keerasan itulah yang membuat proses radikalisasi sekarang ini berlangsung lebih kencang,” kata Solahudin.

Solahudin meneliti 75 orang narapidana teroris pada 2017. Solahudin mengatakan 85 persen napiter sejak mulai kenal paham ISIS sampai dia melakukan aksi teror, memerlukan waktu kurang dari satu tahun.

Pada 2002 sampai 2012, ketika media sosial belum terlalu marak, mereka mulai terpapar sampai mememutuskan terlibat memerlukan waktu antara 5 sampai 10 tahun. “Apa mereka punya akun sosial media? Hampir semua punya,” kata Salahudin.

Tenaga Ahli Menteri Bidang Literasi Digital dan Tata Kelola Internet Donny BU mengatakan paham radikalisme memang mudah tersebar di media sosial. “Belajar merakit bom dari youtube sudah betahun-tahun kita dengar.” Menurut Donny hal itu ada yang langsung diblokir dengan cepat, ada juga yang membutuhkan proses lebih lama. (sbc-03/tem)




Tinggalkan Balasan

error: