Search
Senin 21 Mei 2018
  • :
  • :

Jokowi Minta Para Menteri Yakinkan Dunia bahwa Indonesia Aman

Starberita – Jakarta, Presiden Joko Widodo meminta setiap menteri di Kabinet Kerja meyakinkan dunia internasional bahwa keamanan di Indonesia saat ini masih terjaga.

Permintaan itu disampaikan Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

“Narasi buat dunia internasional itu penting sekali buat disampaikan bahwa Indonesia aman,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, pemerintah akan tetap menjalankan tugas-tugasnya di semua aspek, terutama ekonomi, meski serangan teror terjadi beruntun sepanjang pekan. “Sekarang ini kita semuanya tetap fokus untuk bekerja,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi menekankan kepada lembaga-lembaga utama terkait keamanan, yaitu Polri, TNI dan BIN, untuk lebih bisa menjamin keamanan selama Ramadan. Umat Islam diharapkan tidak terganggu sedikit pun saat menjalankan ibadah selama bulan suci.

“Kapolri dibantu Panglima TNI dibantu Kepala BIN, untuk terus menjaga, mengendalikan keamanan, dan mengedepankan semangat persaudaraan dan kerukunan sosial kita,” ujar Jokowi.

Dalam beberapa hari ini, teror bom bunuh diri tengah melanda Tanah Air. Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, jadi target teroris melancarkan aksi bom bunuh diri. Dari dua wilayah itu, Surabaya yang paling menyita perhatian karena teror bom terjadi di tiga gereja dan Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes).

Tiga gereja disasar teroris dalam rentan waktu kurang dari dua jam pada Minggu pagi, 13 Mei 2018. Esok paginya, giliran Mapolrestabes Surabaya yang diincar pelaku. Sebanyak 25 orang termasuk pelaku tewas akibat rentetan aksi teror ini.

Hari ini, giliran Mapolda Riau diserang teroris. Mereka menabrakkan sebuah mobil ke gerbang Mapolda Riau. Seorang polisi meninggal akibat ditabrak. Beberapa petugas lainnya terluka akibat sabetan senjata tajam. Dua wartawan terluka akibat tertabrak mobil pelaku. Sementara, tiga pelaku tewas ditembak petugas. Satu lainnya diamankan. (sbc-03/vnc)




Tinggalkan Balasan

error: