Search
Sabtu 18 Agustus 2018
  • :
  • :

DPR Harap RUU Antiterorisme Rampung pada Mei Ini

Starberita – Jakarta, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo meminta pemerintah satu suara dalam pembahasan finalisasi revisi UU terorisme di DPR. Ia menegaskan RUU Antiterorisme akan segera disahkan pada masa sidang DPR RI di bulan Mei ini.

“Presiden minta RUU Antiterorisme selesai paling lambat bulan Juni. Kami di DPR RI menegaskan siap untuk ketuk palu di bulan Mei ini. Tinggal pemerintah menyelesaikan masalah di internalnya agar satu suara dalam menyikapi revisi UU anti terorisme ini,” terang politisi dengan panggilan akrab Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (15/5/2018).

Bamsoet meminta aparat kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya bertindak tegas tanpa takut melanggar hak asasi manusia (HAM). Aparat kepolisian ditekankannya harus menyusup masuk ke dalam sel-sel kelompok teroris. Dengan cara itu, aparat kepolisian bisa langsung menangkap dan memeriksa jika dirasa ada dugaan kuat dan bukti yang cukup tanpa menunggu teroris melancarkan aksi teror,

“Kepentingan bangsa dan negara harus didahulukan. Kalau ada pilihan antara HAM atau menyelamatkan masyarakat, bangsa dan negara, saya akan memilih menyelamatan masyarakat, bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia,” ujar Bamsoet.

“Soal HAM, kita bahas kemudian. Terbukti kita proses hukum, tidak terbukti dilepaskan. Jangan kasih ruang bagi teroris untuk berlindung dibalik nama HAM,” tandasnya.

Politisi Golkar ini turut meminta pemerintah tidak ragu menutup situs maupun konten yang bermuatan radikal. Sebab, berdasarkan informasi dari Kapolri, para teroris memanfaatkan media sosial online untuk merakit bom.

“Pemerintah jangan takut untuk meminta provider maupun penyedia layanan platform digital menutup situs maupun konten yang bermuatan radikal. Jika provider maupun platform digital lambat menutup, kita bisa paksa. Ini untuk kepentingan bangsa dan negara,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama Bamsoet mengajak semua pihak meningkatkan kewaspadaan serta menjaga diri, keluarga, maupun lingkungan sekitar terhadap ideologi radikal dan ekstrim yang dibawa oleh orang-orang tak bermoral. Selain itu para tokoh masyarakat dan pemuka agama juga diharapkan ikut ambil peran dalam menjaga keteduhan di masyarakat.

“Masyarakat kita sangat heterogen dan kental dengan ketaatan terhadap tokoh maupun pemuka agama. Saya mengajak untuk menciptakan keteduhan dan keharmonisan. Para tokoh dan pemuka agama harus mencerahkan umatnya agar tak termakan isu yang dapat memecah bangsa maupun mengganggu kedamaian di Indonesia,” ucapnya. (sbc-03/okz)




Tinggalkan Balasan

error: