Search
Rabu 12 Desember 2018
  • :
  • :

Soal Video Sekdisdik Provsu Berkampanye Praktis, Sekda: “Secara Aturan Itu Tidak Boleh”

Starberita – Medan, Plt.Sekdaprovsu, Ibnu S. Utomo menegaskan secara aturan aparatur sipil negara (ASN) tidak boleh melakukan politik praktis. Apalagi dalam hal tersebut, melibatkan pejabat eselon di organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menggiring jajarannya mendukung salah satu pasangan calon.

Hal ini dikatakan Ibnu saat dimintai tanggapan soal beredarnya video Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut, Rifai Bakri Tanjung yang berisi penggiringan terhadap salah satu paslon Pilgubsu kepada jajarannya termasuk para kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Disdik Sumut. Diketahui video tersebut beredar di kalangan wartawan Medan pada Senin (7/5/2018).

“Secara aturan itu tidak boleh. Tapi saya pribadi belum lihat videonya. Coba nanti saya lihat dulu videonya, jika memang benar, pasti akan kita tindaklanjuti. Dan Inspektorat yang berwenang dalam hal itu nantinya,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Disinggung soal sanksi terhadap ASN yang ketahuan berkampanye, Ibnu pun mengatakan bahwa hal itu akan disesuaikan dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Untuk sanskinya, nanti akan kita sesuaikan dengan aturan yang berlaku,” ucapnya.

Sementara itu, dilain pihak, Irban Hujus Inspektorat Sumut, Maju Siregar yang dikonfirmasi hal yang sama, menyarankan bila ada pihak yang keberatan atas video tersebut maka bisa melaporkannya langsung kepada pihak Inspektorat.

“Setelah ada laporan, baru kita bisa menindaklanjutinya,” sebut Maju.

Diketahui, proses pemberian sanksi terkait pelanggaran netralitas ASN pada Pilkada 2018 berbeda dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Dalam PP tersebut, seorang ASN yang diduga melakukan pelanggaran lebih dulu dipanggil secara tertulis oleh pejabat yang berwenang untuk pemeriksaan. Apabila pemanggilan tersebut tidak dipenuhi akan dilakukan pemanggilan kedua.

Lalu apabila pada tanggal pemeriksaan kedua ASN yang bersangkutan tidak hadir juga, maka pejabat yang berwenang menghukum menjatuhkan hukuman disiplin berdasarkan alat bukti dan keterangan yang ada tanpa dilakukan pemeriksaan.

Sementara, berdasarkan imbauan Mendagri terkait penyelenggaraan Pilkada serentak 2018, proses tersebut dipersingkat. ASN akan langsung diberhentikan sementara setelah sidang selesai digelar.

Diketahui sebelumnya, dalam video yang beredar dan viral pada Senin (7/5/2018) kemarin, Sekretaris Disdik Provsu, Rifai Bakri Tanjung memerintahkan para ASN untuk memenangkan pasangan Cabup dan Cawabup Batubara Zahir-Oky Iqbal Frima. Video berdurasi 2,18 menit itupun marak beredar di media sosial.

Adapun transkip suara dari video itu pertama kali dengan salam oleh Rifai. Dia lalu mengajak aparatur pendidikan untuk kompak.

“Satu bulat tekad memenangkan apa yang kita harapkan. Kalau Batubara khusus Pak Zahir. Bantu habis total ya. Saya tidak mau dengar ada di lapangan macam-macam. Bermuara sama Pak Zahir semua. Nah, yang kedua, saya juga mau menyampaikan kepada kita semua, bapak UPT, siap ya. Ya, kita biasalah dulu kita Paten-paten semua kan gitu kan, tapi karena Allah berkehendak lain kan begitu. Jadi kita harus bisalah memahami keadaan sekarang. Sekarang kita mau ke Djarot, Djoss. Oke, saya minta tolong sama kita ke Pak Djarot-Djoss ya,” kata Rifai.

“Jangan mukanya agak kecut-kecut. Mukanya yang merengut kutengok ini ya. Kuperhatikan memang kita juga melihat ke depan, yaitu mungkin Pak Djarot itu kan, Pak Djarot pernah jadi wakil gubernur, pernah jadi gubernur DKI pernah jadi bupati Blitar, dan macam-macam semua juga. Masalah pendidikan juga kita lihat masa kepemimpinannya good, cukup baik kita lihat, dan memang peduli Pak Djarot ini kepada masyarakat bawah khususnya, apalagi masyarakat pendidikan. Itu yang mau saya sampaikan. Bapak jangan banyak cakap di lapangan, yang penting bekerja. Kita sudah masuk ke dalam satu kelompok, kena satu, kena semua ya. Pokoknya kerja, macam mana supaya menang Djoss ya, Pak Djarot,” sebut Rifai pada video tersebut yang kemudian dijawab kompak oleh para hadirin dengan menyatakan siap. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: