Search
Selasa 17 Juli 2018
  • :
  • :

Tubuh akan Seperti Ini Saat Kekurangan Vitamin C

Starberita – Jakarta, Meski sumber-sumber vitamin C mudah sekali didapat, banyak orang lalai dan mengabaikan buah serta sayur. Dian mengingatkan, jika kekurangan vitamin C dibiarkan terus menerus, sejumlah penyakit siap mengancam kesehatan tubuh Anda dimulai dari seriawan.

“Selain trauma akibat tergigit atau kurang menjaga kebersihan mulut, seriawan disebabkan kurangnya asupan vitamin C. Kekurangan vitamin C dalam waktu lama juga dapat menyebabkan scurvy. Yang dimaksud scurvy yakni kondisi tubuh lemas, anemia, radang gusi, hingga pendarahan pada kulit,” Dian memperingatkan. Ia menyadari, belakangan vitamin C makin populer di kalangan kaum hawa. Vitamin C diyakini mampu menyehatkan sekaligus mencerahkan warna kulit.

Disinggung tentang hal ini, Dian menjelaskan bahwa kekurangan vitamin C menyebabkan berkurangnya kemampuan kulit untuk melakukan regenerasi dan sembuh dari luka. Vitamin C, kata Dian, juga memainkan peranan penting dalam pembentukan kolagen.

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kekurangan Vitamin C (Depositphotos)

“Vitamin C punya peran penting dalam pembentukan kolagen yang merupakan komponen terpenting dalam jaringan ikat di kulit. Jika tubuh kekurangan kolagen, proses penyembuhan luka membutuhkan waktu lebih lama dari durasi idealnya. Selain itu, kekurangan kolagen menyebabkan gusi sering berdarah. Mereka yang kekurangan vitamin C kulitnya lebih mudah memar. Kekurangan vitamin C membuat pembuluh darah kecil (kapiler) melemah dan mudah pecah sehingga menimbulkan memar di kulit,” ungkapnya.

Melemahnya kapiler menyebabkan seseorang mudah mimisan. Yang tidak kalah penting, vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan yang memperkuat sistem pertahanan tubuh.

“Dengan kata lain, ketika kekurangan vitamin C, kita jadi gampang sakit karena melemahnya sistem imun. Tidak hanya itu, konsumsi vitamin C dalam porsi cukup membentengi tubuh kita dari penyakit berbahaya seperti kardiovaskular. Konsumsi vitamin C dalam porsi cukup juga mampu mengecilkan risiko terkena kanker,” Dian mengakhiri perbincangan. (sbc-02/auc)

 




Tinggalkan Balasan

error: