Search
Rabu 25 April 2018
  • :
  • :

Kerjasama & Infrastruktur Kunci Keberhasilan Pembangunan Nias

Starberita – Medan, Kerjasama dan infrastruktur adalah faktor utama yang paling menentukan keberhasilan pembangunan di Nias. Apalagi, Nias merupakan daerah yang kaya dengan berbagai potensi.

Demikian disampaikan Wagubsu, Nurhajizah Marpaung pada Malam Pesona Budaya Kabupaten Nias di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke 47 Tahun 2018, kemarin.

Menurutnya, Kabupaten Nias dan Kepulauan Nias secara keseluruhan merupakan daerah yang kaya dengan berbagai potensi. Mulai dari potensi alam yang berlimpah, potensi wisata termasuk sejumlah pantai yang indah dan diakui dunia, jejak sejarah yang menarik untuk diteliti, dan keindahan seni budaya termasuk lompat batu yang sangat terkenal tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri.

“Untuk Kabupaten Nias, sebetulnya tidak ada perbedaan dengan 3 kabupaten dan kota lainnya yang ada di Kepulauan Nias. Hanya saja kontur tanahnya yang sedikit agak ekstrim, sehingga baru diperbaiki longsor lagi, begitu terus. Ini lah salah satu penyebab infrastruktur di Kabupaten Nias kurang begitu baik sampai sekarang,” ungkapnya.

Untuk menyelesaikan permasalahan itu, Nurhajizah menyampaikan bahwa Pemprovsu telah mempersiapkan kerjasama dengan pihak luar negeri khususnya Singapura, China, dan Korea untuk membantu pembangunan infrastruktur di Kabupaten/Kota Sumut, termasuk Kabupaten Nias.

“Selanjutnya, tergantung bagaimana Bapak Bupati dan Bapak Ketua DPRD untuk melaksanakan kerja sama nanti. Sesuai dengan Keppres yang baru saja terbit, kita diperbolehkan untuk mengadakan kerja sama dengan pihak-pihak lain sepanjang tidak merugikan kedaulatan dan tidak merugikan rakyat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Nurhajizah juga mengapresiasi keindahan pesona seni budaya Kabupaten Nias yang ditampilkan pada Malam Pesona Budaya.

“Sungguh meriah pentas Kabupaten Nias malam ini. Saudara kita, anak kita, semuanya hadir. Bagitu juga dengan teman-teman kerja kita, baik anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten, Forkopimda semua hadir. Ini menunjukkan bahwa kita semua cinta seni dan budaya Sumut dan Kabupaten Nias,” katanya.

Bupati Kabupaten Nias, Shokiatullo Laoli setuju dengan Wagubsu khususnya tentang infrastruktur yang tidak memadai dan menjadi kendala perkembangan Kabupaten Nias.

“Kami memahami dan mengetahui bahwa Kabupaten Nias relatif masih tertinggal dibanding dengan daerah-daerah lain yang ada di Provsu. Namun kita terus berjuang agar bagaimana untuk kelima daerah otonom baru yang ada di Kepulauan Nias dan secara khusus Kabupaten Nias tetap kami upayakan supaya tidak tertinggal dan tidak terisolasi,” ungkap Shokiatullo.

Shokiatullo pun mengesalkan infrastruktur yang tidak memadai ini berdampak pada terhambatnya minat asing untuk melakukan investasi. Meskipun demikian, kurangnya investor tidak menjadi kendala untuk melakukan perbaikan-perbaikan infrastruktur.

Dijelaskannya, dua tahun belakangan ini, ada banyak kemajuan infrastruktur khususnya di sektor energi dan transportasi.

“Bandara Binaka, selaku kita benahi dan perbaiki. Saat ini panjang landasannya sudah mencapai hingga 2250 meter. Tidak hanya itu, rencananya tahun depan, pesawat besar akan bisa mendarat di Bandara Binaka langsung dari Jakarta ke Nias,” ujar Shokiatullo.

Shokiatullo kemudian mengucapkan terima kasih pada hadirin yang telah meramaikan Malam Pesona Budaya Kabupaten Nias.

“Kami atas nama pemerintah daerah Kabupaten Nias memohon maaf kepada Bapak dan Ibu sekalian yang tidak mendapat tempat duduk. Ternyata pada malam ini, tampak bagi kita semua bahwa kerinduan kita terhadap seni budaya Nias masih terus bergelora,” ujarnya. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan