Search
Kamis 20 September 2018
  • :
  • :

Jokowi Coret Proyek Penyediaan Air Minum Regional di Sumut

Starberita – Jakarta, Pemerintah mengeluarkan 14 proyek dari daftar proyek strategis nasional (PSN) pada kuartal I 2018. Termasuk di antaranya, sistem penyediaan air minum regional di Sumatera Utara.

Pemerintah beralasan seluruh proyek tersebut diperkirakan tidak bisa dimulai pembangunan konstruksi fisiknya pada kuartal III 2019.

“Kenapa? Ya, karena (kuartal III 2019) pemerintahan baru. Kami akan anggap tidak diteruskan, didrop,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution setelah rapat bersama Presiden Joko Widodo di Jakarta, kemarin.

Meski mengeluarkan 14 PSN, pemerintahan memasukkan 1 proyek dan 1 program baru. Proyek tersebut adalah pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia dan programnya adalah pemerataan ekonomi.

Beberapa PSN yang dikeluarkan antara lain, Kereta api Jambi-Palembang, pembangunan rel kereta api Provinsi Kalimantan Timur, bendungan Pelosika di Sulawesi Tenggara, dan kawasan ekonomi khusus di Merauke.

Sebelumnya, dalam Peraturan Presiden Nomor 3 tahun 2016 jumlah PSN adalah 225 proyek dan 1 program. Pemerintah mengevaluasinya pada kuartal I 2017. Lewat Peraturan Presiden Nomor 58 tahun 2017 jumlah PSN menjadi 245 proyek dan 2 program.

Dalam rapat kabinet terbatas, Senin, 16 April 2018 pemerintah kembali mengevaluasinya. Sehingga total PSN saat ini adalah 222 proyek dan 3 program. “Estimasi nilai investasinya lebih dari Rp 4.100 triliun,” ujar Darmin.

Presiden Jokowi, dalam pengantar rapatnya, meminta PSN yang belum rampung di 2017 segera diselesaikan di tahun ini. “Begitu juga dengan program PSN yang direncakan untuk mulai dikerjakan 2018 terus betul-betul dipastikan eksekusinya di lapangan,” ucapnya.

Jokowi meminta proyek strategis bisa berdampak pada peningkatan nilai tambah ekonomi daerah, pengentasan kemiskinan, dan menekan angka ketimpangan. “Untuk itu PSN betul-betul harus terintegrasi,” kata dia.

Ia meminta para menteri meningkatkan publikasi proyek yang sedang dikerjakan. Jokowi beralasan agar rakyat tahu apa yang sedang dilakukan oleh pemerintahnya. (sbc-03/tem)




Tinggalkan Balasan

error: