Search
Kamis 19 Juli 2018
  • :
  • :

Tak Ada Batasan Waktu & Biaya Berobat Bagi Pasien BPJS

Starberita – Medan, Perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Medan, Buaran Ginting, dengan tegas menyatakan tidak ada batasan waktu berapa lama rawat inap dan biaya perobatan di rumah sakit bagi peserta BPJS Kesehatan.

“Perobatan yang dilakukan rumah sakit terhadap pasien BPJS harus sampai sehat. Jadi, kalau belum sehat, belum boleh pulang,” tegas Buaran Ginting dalam paparannya pada Reses I tahun 2018 yang dilaksanakan anggota DPRD Kota Medan, Herri Zulkarnain, di Jalan Sekip, Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah, Selasa (17/4/2018).

Untuk urusan berobat, sebut Buaran, juga tidak ada denda berobat selama melakukan perobatan jalan. “Kalau opname, ada denda namanya denda pelayanan sebesar 2 persen selama kita menunggak. Saat ini banyak peserta mandiri yang menunggak,” ucapnya.

Untuk masalah kartu, sebut Buaran, tidak ada yang namanya kartus BPJS mati dan tidak berlaku lagi, sepanjang orang yang terdaftar sebagai peserta BPJS itu masih hidup.

“Kalau orangnya sudah mati, ya terhenti dengan sendirinya. Kalau tidak bayar iuran atau menunggak, hanya non aktif sementara. Setelah dibayar, otomatis kartu akan aktif kembali,” kata Jika menunggak bayaran, kata Buaran, tidak ada denda iuran. “Saat ini juga, jika bapak-ibu menunggak lebih dari setahun, maka yang dibayarkan hanya setahun saja,” ujarnya.

Karenanya, sambung Buaran, masyarakat harus faham agar tidak ada lagi oknum-oknum di rumah sakit yang tidak faham tetapi sok tahu. “Jika ada rumah sakit yang memperlakukan pasien BPJS tidak dengan baik, laporkan segera dan pihak BPJS akan memprosesnya,” katanya.

Sementara, Herri Zulkarnain, mengharapkan masyarakat dapat faham terhadap persoalan BPJS ini. Sebab, katanya, BPJS masih menjadi persoalan di masyarakat, khususnya dalam hal pelayanan kesehatan dari rumah sakit.

Herri menyebutkan, untuk tahun 2018 ini Pemko Medan telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp21 miliar untuk warga miskin di Kota Medan. kareannya, Herri, berharap masyarakat dapat memanfaatkan ini dengan sebaik-baiknya.

“Bapak-ibu bisa menghubungi Kepling dan Lurah untuk dilakukan pendataan, sehingga nantinya dapat dimasukan kedalam warga penerima bantuan. Jangan sampai warga di Sekip ini tidak bisa berobat, hanya karena ketiadaan dana,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat ini.

Dalam kesempatan itu, Herri, juga menghimbau peserta yang hadir agar menjaga anak-anaknya terhindar dari narkoba. Sebab, katanya, narkoba sudah menjadi musuh bangsa. “Kalau sudah terjerat, sulit untuk memperbaikinya. Medan saat ini sudah darurat narkoba, karena menduduki peringkat ketiga secara nasional. Jadi, mari kita jaga anak-anak kita agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba,” ajak Herri.

Sedangkan Sekcam Medan Petisah, Rizal dan Lurah Sekip, Yudha, mengharapkan apa yang menjadi keluhan dan aspirasi masyarakat bisa menjadi skala prioritas untuk diselesaikan. “Kiranya, apa yang menjadi keluhan masyarakat bisa menjadi skala prioritas oleh Bapak Herri untuk disampaikan ke Pemerintah Kota untuk diselesaikan,” harap Sekcam. (sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan

error: