Search
Selasa 16 Oktober 2018
  • :
  • :

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus Rp15 T

Starberita – Jakarta, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto merilis hasil statistik neraca perdagangan Indonesia yang mengalami surplus US$ 1,09 miliar (Rp 15 triliun) pada Maret 2018. Hal tersebut ditopang surplus sektor non migas US$ 2,02 miliar (Rp 27,8 triliun).

Menurut Suhariyanto, ekspor non migas meningkat 11,77 persen pada Maret dibandingkan Februari 2018. “Yaitu dari US$ 12,741 juta menjadi US$ 14,241 juta,” ujar dia di kantor BPS, Senin, (16/4/2018).

Sedangkan ekspor migas, kata Suhariyanto, menurun 3,81 persen, dari US$ 1,390 juta menjadi US$ 1,337 juta. Menurutnya, penurunan disebabkan oleh turunnya ekspor gas sebanyak 9,67 persen menjadi US$ 756,7 juta.

Secara kumulatif, kata Suhariyanto, nilai ekspor Indonesia pada periode Januari hingga Maret 2018 mencapai US$ 44,27 miliar atau naik sebanyak 8,78 persen.

“Demikian juga nilai ekspor kumulatif non migas mencapai US$ 40,21 miliar atau meningkat 9,53 persen,” tutur dia.

Selain ekspor, nilai impor meningkat pada Maret 2018. Nilai tersebut mencapai US$ 14,488 juta atau naik 2,13 persen dibanding Februari. Suhariyanto mengatakan hal tersebut disebabkan oleh naiknya nilai impor migas US$ 27,6 juta dan nonmigas US$ 275 juta.

Nilai kumulatif impor dalam neraca perdagangan pada Januari hingga Maret 2018, meningkat 20,12 persen dibandingkan periode yang sama pada 2017. Menurut Suhariyanto, peningkatan tersebut disebabkan naiknya impor minyak mentah US$ 703,2 juta atau 42,60 persen. (sbc-03/tem)




Tinggalkan Balasan

error: