Search
Senin 10 Desember 2018
  • :
  • :

Jaga Netralitas ASN dari Pengaruh Parpol dan Paslon

Starberita – Brastagi, Netralitas Aparatus Sipil Negara (ASN) harus tetap dijaga dari pengaruh partai politik (Parpol) maupun pasangan calon Kepala Daerah (KDh) dalam Pemilhan Kepala Daerah (Pilkada).

Hal tersebut dinilai penting untuk menjamin keutuhan, kekompakan dan persatuan ASN, sehingga ASN dapat memusatkan segala perhatian, pikiran dan tenaga pada tugas yang diemban, yaitu untuk melayani masyarakat.

Hal itu disampaikan Asisten Pemerintahan Setdaprovsu, Jumsadi Damanik dalam acara sosialisasi Pilkada di Provinsi Sumatera Utara tahun 2018, Jumat (13/4/2018) di Berastagi, Karo.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata Jumsadi, ASN harus netral dengan tidak menjadi tim sukses (Timses), tidak memihak dan menunjukan dukungan terhadap pasangan calon (Paslon) secara terbuka di depan publik, tidak menggunakan fasilitas negara untuk mendukung paslon.

“Serta tetap memberikan pelayanan prima kepada semua golongan masyarakat (tidak diskriminatif),” katanya.

Sementara itu, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, Benget Silitonga dalam paparannya menyoroti tentang pemutakhiran data pemilih, yang telah ditetapkan KPU menjadi daftar pemilih sementara (DPS).

“Selanjutnya saat ini sedang dilaksanakan pemutakhiran data untuk dijadikan daftar pemilih tetap atau DPT,” katanya.

Untuk itu, menurut Benget, KPU Sumut mengharapkan pemerintah kabupaten/kota melakukan percepatan perekaman e-KTP. Karena saat ini kurang lebih ada 1 juta pemilih potensial yang belum memiliki e-KTP.

“Sedangkan syarat mutlak pemilih bisa masuk ke DPT adalah memiliki e-KTP dan suket. Bila hal ini diabaikan dapat menjadi potensi permasalahan dikemudian hari,” jelasnya.

Sedangkan komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut yang diwakili oleh Kasubag Hukum Fery Apriyansyah Pohan, menyampaikan pentingnya sinergi lembaga pengawas pemilu dengan masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan Pilkada.

“Walaupun Bawaslu memiliki perangkat organik sampai ke desa-desa, namun jumlahnya sangat terbatas untuk memastikan pelaksanaan Pilkada berjalan dengan baik,” katanya.

Untuk itu peran serta masyarakat sangat diharapkan untuk membantu tugas Bawaslu tersebut. ASN sebagai salah satu bagian penting dari masyarakat tersebut diharapkan dapat menjadi contoh dan juga sebagai garda terdepan dalam mengawasi pilkada.

“Tentunya ini dapat dilaksanakan apabila ASN bersikap netral,” katanya.

Sosialisasi Pilkada yang digelar Desk Pilkada Provsu itu diikuti 250 orang peserta, yang terdiri dari ASN pemerintah kecamatan dan desk Pilkada Kabupaten/Kota, diantaranya dari Kabupaten Deliserdang, Langkat, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Humbahas, Samosir, Tobasa, Taput, Simalungun, Kota Medan, Binjai dan Kota Pematang Siantar. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: