Search
Sabtu 22 September 2018
  • :
  • :

Gawat….! Puluhan Tahun PD Pembangunan Kota Medan Rugi Terus

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS–Seorang pegawai berjalan di lantai atas kantor PD. Pembangunan jalan Sutomo Medan, Selasa (25/3)

Starberita – Medan, Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Kota Medan, Putrama Alkhairi, mengaku sudah puluhan tahun PD Pembangunan Kota Medan terus mengalami kerugian.

“Ini bukan persoalan manajemen. Siapapun yang diangkat menjadi Dirut, setingkat profesor sekalipun tak akan merubah kondisi PD Pembangunan. Terbukti, sudah berpuluh tahun kondisi PD Pembangunan Kota Medan tetap seperti ini juga, berarti ada yang salah disini,” ungkap Purnama Alkhairi kepada Pansus dalam rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) TA 2017, Senin (16/4/2018) yang dipimpin Ketua Pansus, Rajudin Sagala. 

Putrama menyatakan, dirinya siap mengundurkan diri sebagai Dirut jika sampai tahun 2019 kondisi PD Pembangunan, terutama kebun binatang tetap tidak ada perubahan signifikan. Dikatakan Putrama, sejak tahun 2012 sampai tahun 2017 pihaknya sudah mengajukan penyertaan modal untuk melakukan perbaikan infrastruktur sarana dan prasarana kebun binatang. 

Sebab, katanya, hasil yang diperoleh dari kebun binatang tidak bisa diharapkan. “Cukup untuk biaya operasional seperti makan binatang dan gaji karyawan saja sudah syukur,” ujarnya. 

Penyertaan modal nantinya, sebut Putrama, untuk tahap awal Rp20 miliar sudah bisa merubah perwajahan kebun binatang menjadi lebih baik, misalnya membangun gedung peruntukan untuk edukasi anak-anak sekolah, museum, kemudian zona reftil dan lainnya. 

“Untuk tahun ini Rp10 miliar saja dulu sudah cukup. Dengan uang itu nanti akan dibangun pulau-pulau, seperti pulau monyet, kemudian dibangun taman-taman bunga dan lainnya. Kalau membangun kandang, kebun binatang seluas luasnya 30 hektar dengan anggaran Rp10 miliar itu tidak akan nampak,” terangnya.

Terkait kondisi itu, anggota Pansus, Zulkarnain Yusuf, meminta harus ada solusinya. “Bagaimana Pemko Medan memperoleh keuntungan, sementara hutang lama belum selesai. Bagaimana pula PD Pembangunan terus merugi, tapi tetap beroperasi,” tanya Zulkarnain Yusuf. (sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan

error: