Search
Kamis 19 Juli 2018
  • :
  • :

Tingkat Inflasi Maret 2018 Capai 0,20%

Starberita – Jakarta, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi Maret 2018 sebesar 0,20% (mtm). Angka ini naik dibandingkan tingkat inflasi Februari 2017 sebesar 0,17%.

Adapun inflasi tahun kalender Maret adalah 0,99%. Sementara, inflasi tahunan Februari 2018 sebesar 3,4% year on year (yoy).

Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto mengatakan, inflasi Maret 2018 lebih tinggi dari Maret 2017 yang mengalami deflasi sebesar 0,02%, dan juga lebih tinggi dibandingkan dengan Maret 2016 yang mengalami inflasi 0,19%.

“Kalau kita lihat perkembangan harga komoditas Maret menunjukan kenaikan. Hasil pemantauan BPS di 82 menunjukkan terjadi inflasi 0,20%. Terkendali,” ujar Kecuk di kantor BPS, Senin (2/4/2018).

Kecuk mengatakan dengan memperhatikan target inflasi yang dipasang di APBN sebesar 3,5% maka angka 3,4% terbilang terkendali.

Dari 82 kota tersebut, sebanyak 57 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura mencapai 2,10 % dan inflasi terendah ada di Kota Sumenep sebesar 0,01% . Sementara sisanya sebanyak 25 kota mengalami deflasi.

Pantauan BPS menyebut, deflasi tertinggi ada di Kota Taul sebesar 2,3 % dan deflasi terendah di Kota Bulukumba sebesar 0,01 %.

Kecuk menjelaskan, yang berpengaruh besar terhadap inflasi adalah dari bahan makanan, transportasi, dan sandang.

Khusus untuk bahan makanan memberikan andil sebesar 0,05%, terutama pada harga bumbu-bumbuan.

“Cabai merah mengalami kenaikan harga sehingga menyumbang paling besar sebesar 0,07% lalu bawang merah dan bawang putih masing-masing 0,04%,” kata dia.

Kecuk menjelaskan, kenaikan harga komoditas terutama pada bumbu – bumbuan karena faktor cuasa sehingga bumbu-bumbuan mengalami kenaikan harga.

Dia berharap menjelang puasa ini harga komoditas stabil sehingga inflasi pun bisa terkendali. (sbc-03/okz)




Tinggalkan Balasan

error: