Search
Sabtu 6 Juni 2020
  • :
  • :

Petahana Enggan Kalah, Potensi Sulut Konflik di Pilkada 2018

Starberita – Jakarta, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut bahwa sebagian besar calon kepala daerah di Pilkada serentak 2018 tidak siap kalah dalam kontestasi tersebut. Hal tersebut yang bisa menyebabkan salah satu potensi konflik di masyarakat.

Menurut Tito, pertarungan politik seperti Pilkada tak bisa lepas dari pembicaraan soal kekuatan dan kekuasaan. Sehingga, sambung Tito, setiap pihak akan bertarung untuk mendapatkan kekuasaan dengan menggunakan taktik dan strategi.

“Kalau ada idiom siap menang, siap kalah, mudah-mudahan betul dirasakan kontestan. Tapi saya rasa sebagian besar kontestasn tidak siap kalah. Mereka sikapnya buat menang, kalau mau kalah ngapain investasi segala macam, kerja keras,” kata Tito di Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Apalagi, kata Tito, proses Pilkada adalah sistem politik yang berujung pada merebut kekuasaan untuk mempengaruhi masyarakat luas. Tak hanya itu, Tito menyatakan proses Pilkada ini juga menciptakan polarisasi-polarisasi di masyarakat.

Polarisasi itu, kata dia, tercipta karena pilihan-pilihan yang berbeda di tatanan sosial. Sehingga, hal itu yang mampu melahirkan potensi konflik antar-sosial

“Setiap polarisasi terjadi perbedaan pendapat, kepentingan. Dalam kacamata security, itu adalah potensi konflik,” tutur dia.

Oleh karena itu, Tito mengimbau kepada seluruh insan pers, untuk membantu menciptakan Pilkada yang aman dan damai. Tito meminta kepada awak media untuk memberikan pemberitaan yang menyejukan masyarakat saat pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.

Sebab itu, Tito menyampaikan pihaknya melalui Divisi Humas Polri melaunching anugerah jurnalistik untuk seluruh jurnalis yang konsen menciptakan karya tulis dengan tujuan menciptakan Pilkada aman dan damai.

“Yang kedua, hari ini kami juga launching anugrah jurnalistik polri. Saya sampaikan alasannya. Kami menghadapi Pilkada 171 wilayah seluruh Indonesia. Ini bagian proses demokrasi itu fine. Tapi apapun juga namanya Pilkada namanya politik,” tutup dia. (sbc-03/okz)




Tinggalkan Balasan

error: