Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Sampaikan Kata ‘Kasar’ Kepada Pedagang, Bayek Sebut Wakil Walikota Arogan
Search
Senin 23 September 2019
  • :
  • :

Sampaikan Kata ‘Kasar’ Kepada Pedagang, Bayek Sebut Wakil Walikota Arogan

Starberita – Medan, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Medan, Mulia Asri Rambe, mengaku kecewa dengan pernyataan Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution, yang menyebutkan kalimat “ngapain kalian kemari, kalau mau jualan bukan disini tapi disana” kepada pedagang Pasar Marelan saat mengadu ke DPRD Kota Medan, Rabu (21/3/2018).

Secara tegas, pria yang akrab disapa, Bayek, itu menilai pernyataan Wakil Walikota itu tidak pantas dikeluarkan oleh seorang pimpinan daerah kepada masyarakatnya.

“Tidak pantas seorang Wakil Walikota menyampaikan kalimat itu kepada masyarakatnya.Dan tolong kalian catat para awak media, Saya Bayek menegaskan bahwa Wakil Walikota Medan arogan!,” tegasnya.

Ketua DPD AMPI Kota Medan itu mengatakan, seharusnya dia (Akhyar, red) jika mengaku seorang Wakil Walikota dapat berbicara dengan baik kepada pedagang yang menuntut ketidakadilan akibat kisruh yang terjadi di pasar Marelan.

“Dan, dia (Akhyar, red) jangan lupakan bahwa sayalah yang membawanya untuk bersosialisasi kepada pedagang di Pasar Marelan pada saat Pilkada Medan beberapa waktu lalu,” katanya lagi.

Akibat pernyataan itu, kata Bayek, dirirnya merasa tercemar di hadapan masyarakat. “Sekali lagi saya tegaskan, saya yang membawa beliau saat para pedagang melakukan aksi untuk menuntut keadilan atas hak-haknya. Justru jawaban yang diberikan sebagai pemimpin di Kota Medan ini tidak secara diplomatis, tapi terkesan sangat kasar. Akibat saat itu saya dicibir pedagang yang langsung mengatakan itukah sosok yang baik. Harus ini tidak perlu dilakukan saya sangat tersinggung sekali dan malu,” ungkapnya.

Sebelumnya puluhan pedagang mendatangi Gedung DPRD Kota Medan untuk menyampaikan aspirasinya agar legislatif memberi solusi karena usahanya dihambat oleh oknum-oknum PD Pasar.

“Kami bingung pak bagaimana bisa jualan. Kami letak barang di luar pajak, diusir. Kami coba masuk di pajak, malah diharuskan bayar Rp30 ribu. Saya hanya pedagang salak pak, belum lagi jualan udah dipalak. Berapalah untung yang saya dapat, darimana saya harus bayar Rp30 ribu setiap hari,” keluh seorang pedagang di pintu lobi Gedung DPRD Medan. (sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan

error: