Search
Selasa 16 Oktober 2018
  • :
  • :

Hadapi Narkoba, Perlu Integrasi Institusi Sosial dan Masyarakat

Starberita – Medan, Wagubsu, Nurhajizah Marpaung menyampaikan, narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya merupakan bahan yang bermanfaat dibidang medis atau kedokteran, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Namun, apabila disalahgunakan dapat menimbulkan ketergantungan dan membahayakan perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM), serta mengancam kehidupan masyarakat di Sumut. Penyalahgunan narkotika, psikotropika dan zat adiktif atau yang dikenal dengan istilah Napza merupakan salah satu permasalahan nasional yang terus mengancam kehidupan bangsa Indonesia,” ujar Nurhajizah dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Fasilitasi Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya di Medan, Selasa (13/3/2018).

Menurutnya, peredaran gelap, narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya tidak lagi dapat dihadapi hanya dengan pencegahan, penanganan dan penindakan secara biasa. “Tetapi perlu mengaktifkan seluruh institusi sosial dan lapisan masyarakat secara terintegrasi dan sistematis.”

Untuk melindungi rakyat Sumut dari penyalahgunaan Napza, sambung Nurhajizah, Pemprovsu dan DPRD Sumut berinisiatif untuk menyusun Ranperda Provsu tentang Fasilitasi Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya, dengan dasar Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 tahun 2013 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika.

HM Iskandar Sakti Batubara, Juru Bicara Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Sumut mengatakan, dalam penyusuman Ranperda tentang Fasilitasi Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya, harus diharmonisasikan dengan peraturan Undang-Undang yang berlaku.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, bahwa pencegahan penyalahgunaan narkotika sangat krusial dalam hal untuk mencegah adanya kencenderungan yang semakin meningkat, baik secara kuantitatif dengan korban yang meluas terutama dikalangan anak-anak, remaja dan generasi muda pada umumnya, kata Iskandar. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: