Search
Minggu 27 Mei 2018
  • :
  • :

Kenapa & Bagaimana Cara Mengatasi Badan Gatal-gatal Saat Sakit Kuning?

Starberita – Jakarta, Penyakit kuning alias jaundice atau ikterus adalah kondisi warna kulit, bagian putih mata, dan lapisan jaringan lendir yang berubah menguning karena tingginya kadar bilirubin akibat kerusakan hati. Orang-orang yang sakit kuning juga kerap mengeluhkan badan gatal sebagai salah satu gejalanya. Apa penyebabnya, dan bagaimana cara mengatasinya? Simak selengkapnya di artikel ini.

Apa penyebab badan gatal saat sakit kuning?

Hampir kebanyakan orang yang sakit kuning akan mengalami badan gatal di samping gejala lainnya, terutama pada sore dan malam hari. Bahkan, gatal-gatal ini merupakan gejala penyakit kuning yang paling sulit dikontrol dan dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Gatal yang muncul di malam hari dapat membuat Anda sulit tidur nyenyak.

Rasa gatal yang kita rasakan sebenarnya dipicu oleh rangsangan yang disebut pruritogen. Contohnya adalah gigitan serangga atau iritan bahan kimia. Otak kemudian menerjemahkannya sebagai sensasi gatal. Sebagai respons dari rasa gatal, kita akan menggaruk atau mengusap daerah tersebut untuk menghilangkan iritan tersebut.

Nah, bilirubin (pigmen kuning) adalah salah satu zat pruritogen. Bilirubin terbentuk saat hemoglobin (bagian dari sel darah merah yang membawa oksigen) dipecah sebagai bagian dari proses normal daur ulang sel darah merah tua atau yang rusak. Bilirubin dibawa dalam aliran darah menuju hati, untuk kemudian berikatan dengan empedu. Bilirubin kemudian dipindahkan melalui saluran empedu ke saluran pencernaan, sehingga bisa dibuang dari tubuh. Sebagian besar bilirubin dibuang lewat feses, sementara sisanya lewat urin.

Jika bilirubin menumpuk terlalu banyak dalam hati, bilirubin kemudian akan menumpuk terus di dalam darah dan tersimpan di bawah kulit. Hasilnya adalah badan gatal, yang umum dialami oleh orang yang sakit kuning.

Selain itu, badan gatal sebagai gejala penyakit kuning juga mungkin disebabkan oleh garam empedu. Garam empedu juga merupakan zat pruritogenik. Bedanya, keluhan gatal akibat garam empedu muncul sebelum warna kulit menjadi kuning. Badan gatal akibat garam empedu juga tidak menghasilkan kulit kemerahan yang terlihat bengkak.

Wanita lebih rentan mengalami gatal-gatal daripada pria

Badan gatal akibat sakit kuning dampaknya lebih berat dan durasinya lebih lama terjadi pada wanita daripada pria.

Pada wanita yang mengalami kolestasis pada trimester tiga kehamilan, ketika hormon steroidnya paling tinggi, gejala gatal semakin memberat. Setelah persalinan, gejala gatal mulai semakin berkurang.

Bagaimana cara mengatasi badan gatal akibat sakit kuning?

Ada banyak cara untuk mengatasi keluhan gatal-gatal yang menyertai penyakit kuning (jaundice). Contohnya adalah obat-obatan SSRI seperti sertraline dan paroxetine, atau opioid seperti naloxone dan naltrexone.

Beberapa penanganan lainnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi badan gatal pada pasien jaundice, antara lain:

  1. Menguras pruritogen dari sirkulasi darah dan hati dengan resin atau prosedur drainase bilier (endoskopi, radiologi dan operatif)
  2. Mengubah metabolisme pruritogen pada hati dan usus
  3. Modulasi perjalanan impuls pada susunan saraf pusat seperti menggunakan antihistamin, obat golongan SSRI, dan antidepresan.
  4. Menghilangkan pruritogen dari sirkulasi sistemik.

European Association for the Study of Liver Disease (EASL) memberikan beberapa rekomedasi obat-obatan untuk penanganan gatal yang berhubungan dengan jaundice, antara lain:

  • Inisial: UDCA 10-15mg/kg/hari secara oral
  • Lini pertama: cholestyramine 4-16g/hari secara oral
  • Lini kedua: Rifampicin300-600mg/hari per oral
  • Lini ketiga: Naltrexone 50mg/hari secara oral
  • Lini keempat: Setraline 100 mg/hari secara oral

Pasien perlu dievaluasi untuk menemukan penyebab kuning. Bila sudah jelas ada bukti obstruksi bilier maka perlu dilakukan prosedur untuk menghilangkan obstruksi tersebut dengan operasi atau radiologi. Bila gatal masih dirasakan, maka dapat diresepkan obat-obatan diatas. (sbc-02/hel)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: