Search
Rabu 3 Juni 2020
  • :
  • :

Cegah Kecanduan Makanan Asin & Hipertensi dengan Diet Sehat

Starberita – Jakarta, Semua orang pasti suka konsumsi makanan asin dan gurih. Secara tidak langsung, makanan ini bikin Anda kecanduan, sehingga harus dikontrol.

Jika Anda ingin mengonsumsi makanan sehat, kontrol asupan garamnya. Sebab, tubuh yang kelebihan natrium bisa mengalami efek samping jangka pendek dan jangka panjang.

Anda selalu diingatkan bahwa makanan asin ‘jahat’ bagi tubuh karena sulit diserap dengan baik. Makanan asin jika dikonsumsi berlebihan membuat Anda mengalami dehidrasi dalam jangka pendek. Juga, risikonya sebabkan hipertensi bagi sebagian orang dalam jangka panjang.

Studi sebelumnya mempertimbangkan diet dengan porsi nutrisi yang memadai, penting untuk melawan efek garam. Karena hal ini sebabkan Anda terkena hipertensi tanpa disadari.

Tubuh pada dasarnya memang membutuhkan garam. Tetapi ukurannya harus tepat supaya tidak memicu efek samping. Orang makan garam dengan kadar yang lebih tinggi, mereka sering terancam dengan faktor risiko serangan jantung dan stroke.

“Kami saat ini memiliki epidemi global asupan garam dan tekanan darah tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa garam tidak bisa mengurangi tekanan darah,” kat Mahasiswa Riset Queenie Chan dari Imperial College di London.

Orang perlu memonitor asupan garam mereka. Selain itu, saran ilmuwan, perusahaan yang menyediakan makanan asin juga harus menurunkan kadarnya.

“Memiliki diet rendah garam adalah kunci diet yang benar, supaya tubuh jadi sehat dan seimbang,” imbuh Chan.

Untuk penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Hypertension, tim peneliti mencatat diet 4.680 orang, berusia 40-59 tahun, selama empat hari. Para peneliti menilai konsentrasi natrium dan kalium dalam sampel urin, untuk memeriksa jumlah asupan garam per orang.

Mereka menemukan korelasi antara tekanan darah tinggi dan asupan garam yang lebih tinggi. Juga, pada orang-orang yang mengonsumsi sumber nutrisi potasium dan nutrisi lainnya.

Tapi sayang, sejumlah besar ukuran garam dalam makanan kita berasal dari makanan olahan, instan atau kemasan. Makanan asin dan gurih juga sangat disukai oleh anak-anak, sehingga risiko efek sampingnya tambah mengkhawatirkan.

“Kami mendesak produsen makanan untuk mengambil langkah-langkah untuk mengurangi garam dalam produk mereka agar orang bisa mengontrol,” pungkas Chan. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan

error: