Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Pedagang Pasar Timah Tolak Pengosongan Lapak
Search
Jumat 6 Desember 2019
  • :
  • :

Pedagang Pasar Timah Tolak Pengosongan Lapak

Starberita – Medan, Pedagang Pasar Timah menolak mengosong lapak dagangan yang telah ditempati, sebab bertentangan dengan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait permasalahan Pasar Timah.

“Mereka melalui Satpol PP mengirim surat pengosongan 7 x 24 jam sejak 1 Maret 2018 lalu. Artinya, besok batas akhir pengosongan. Kami nggak mau mengosongkan, karena tidak sesuai dengan putusan PTUN,” kata kuasa hukum pedagang Pasar Timah, Asrin, dalam aksi di depan Kantor Walikota Medan, Selasa (6/3/2018). 

Disampaikannya, sejak tahun 2013 lalu pedagang menolak revitalisasi Pasar Timah. Namun, Pemko Medan tetap bersikukuh untuk melakukan revitalisasi. “Kami sudah melakukan upaya hukum ke PTUN. Alhamdulillah, ini dikabulkan sampai ada putusan tetap dari PTUN Medan. Artinya, Pemko dilarang mendirikan bangunan baru,” ungkapnya. 

Putusan PTUN No. 103/G/2017/PTUN-MDN, sebut Asrin, masih berlaku, dimana agar pelaksanaan objek perkara tidak dilakukan sebelum adanya putusan hukum yang tetap. Maka, berlandaskan itu, Pemko Medan melalui Satpol PP tidak bisa melakukan penertiban. Satpol PP pun diharapkan tidak dijadikan alat kekuasan untuk menzolimi rakyat.

“Kami tegaskan, Pasar Timah masih sangat layak sebagai tempat berjualan, demi memenuhi kehidupan sehari-hari. Rencana revitalisasi itu, pastinya akan menghilangkan nilai budaya di pasar tradisional ini,” terangnya.

Asrin menuturkan, yang mereka tidak terima tempat penampungan pedagang saat revitalisasi dilakukan, adalah tempat penggusuran eks warga di Jalan Timah, yang merupakan tanah milik PT KAI. 

Hal ini, sebut Asrin, dapat membenturkan para pedagang dengan masyarakat. Karena, saat masyarakat digusur, tanah PT KAI itu hendak dijadikan doble track. Akan tetapi, setelah digusur, ingin dibangun tempat penampungan pedagang. 

Usai dari Kantor Walikota, para pedagang Pasar Timah berpindah ke kantor DPRD Kota Medan dan perwakilan pedagang diterima anggota Komisi C DPRD Kota Medan, Beston Sinaga. 

Di pertemuan tersebut, pedagang meminta DPRD untuk menggunakan hak sesuai konstitusi, dengan menyurati Pemko Medan, agar tidak melakukan pengosongan paksa lapak pedagang.  “Kami ingatkan, apabila besok tetap dilakukan pengosongan paksa, maka pasti akan terjadi bentrokan fisik,” jelasnya. 

Pedagang Pasar Timah, boru Sitorus, meminta Pemko Medan untuk membatalkan revitalisasi Pasar Timah. Menurutnya, sampai saat ini, Pasar Timah adalah pasar paling bersih di Kota Medan dan tak layak untuk direvitalisasi. 

“Kami minta sama Walikota jangan semena-mena terhadap pedagang. Kami cari makan disini. Jangan melibatkan pengusaha untuk mencari keuntungan. Ingat, kalau Pemko tetap menindas pedagang, maka sudah melanggar nawacita program pak Jokowi,” katanya. 

Pedagang lainnya, Sunarti, mengatakan di Pasar Timah ada 303 pedagang yang sedang dizolimi kebijakan Pemko. Ia pun meminta DPRD agar segera melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil PD Pasar dan seluruh instansi terkait agar dapat membongkar semua permainan busuk PD Pasar di Pasar Jalan Timah. 

“Kami minta juga sama Satpol PP agar tidak melakukan upaya pengosongan lapak kami, apalagi secara paksa. Jangan mau Satpol PP ini dijadikan alat penindas di atas kepentingan pengembang Pasar Timah,” pungkasnya.

Mendengar aspirasi itu, Beston Sinaga, mengatakan pihaknya akan segera melakukan RDP terkait Pasar Timah agar semua permasalahan dapat dibicarakan dan diselesaikan.

Menurutnya, semua stakeholder harus dipanggil agar dapat mengupas permasalahan yang ada di Pasar Timah. “Segera akan kami buat RDP. Ini saya sendiri menghadapi pedagang, pembicaraan disini akan saya sampaikan ke ketua. Kami akan segera buat RDP-nya,” kata Beston.

Menurut Beston, Komisi C DPRD Medan berdiri bersama pedagang. Dikatakannya, walau Pasar Timah diswastanisasi, harus tetap mengutamakan kepentingan pedagang.

“Biar diswastakan pun tidak boleh mengusir pedagang yang lama dan memasukkan yang baru. Komisi C bersama pedagang. Namun, kita tidak boleh juga anti dengan revitalisasi, tapi ini untuk membuat lebih nyaman dan pedagang pun lebih untung. Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini, akan kami RDP kan ini,” ungkapnya.

Ditambahkannya, hampir semua pasar saat inj bermasalah. Keributan atas revitalisasi ini terjadi, karena tidak ada jaminan pada pedagang.

“Ini harus diatur. Kami minta pedagang buat permohonan agar penundaan. Kalau disurati sama kami, bisa kami tunda itu pengosongan. Saya akan sampaikan juga ini, agar kami bisa menyurati Pemko untuk menunda pengosongan,” pungkasnya. (sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan

error: