Search
Kamis 9 April 2020
  • :
  • :

Ini 5 Mitos & Fakta Seputar Depresi

Starberita – Jakarta, Setiap orang pasti memiliki masalah dan cobaan hidup masing-masing. Terkadang ada orang yang suka menyimpan masalah mereka sendiri, sehingga hal tersebut dapat menyebabkannya mengalami depresi. Faktanya, menurut data WHO, lebih dari 350 juta orang di seluruh dunia depresi dan itu merupakan angka yang besar.

Dijelaskan bahwa gangguan mental seperti depresi juga memiliki mitos. Berikut merupakan beberapa mitos yang paling berbahaya tentang depresi yang juga dilengkapi fakta dari mitos tersebut.

Mitos 1: Depresi bukan gangguan nyata

Hal ini mengkhawatirkan, karena banyak orang yang menganggap depresi hanyalah bentuk kesedihan yang berlebihan. Dan sebenarnya, banyak orang yang menuduh mereka (penderita depresi) sengaja, berlarut dalam keadaan mereka yang menyedihkan dan terpuruk.

Faktanya adalah: Depresi adalah penyakit jiwa yang serius dan ditandai oleh perasaan tidak logis bahwa tidak akan ada yang benar di dunia ini. Individu yang mengalami depresi dapat terjerumus dalam spiral negatif sehingga mereka dapat lupa makan, bangun dari tempat tidur, bahkan lupa membersihkan lingkungan mereka selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Mitos 2: Anda bisa menyembuhkan depresi dengan anti depresan

Pada satu sisi, anti depresan merupakan satu-satunya cara untuk ‘menyembuhkan’ depresi. Namun, semakin banyak penelitian yang dilakukan, membuktikan bahwa obat anti-depresi yang bermunculan hanya akan berfungsi seperti plester yang membalut luka peluru.

Kenapa begitu? Hal ini karena setelah mengonsumsi obat anti depresan keadaan mental Anda akan berubah dan Anda akan merasa mengantuk. Itu akan mengganggu kegiatan sehari-hari Anda.

Faktanya adalah: Depresi tidak mempunyai obat tetap dan para penderita depresi pasti mengalami depresi selama hidup mereka, walapun mereka pernah menjalani proses pengobatan. Meskipun demikian, sains berkembang dengan cepat. Dan saat ini, sudah ada banyak perawatan untuk depresi, salah satunya terapi perilaku kognitif dan diet kaya serotonin. 

Mitos 3: Anda dapat “Lepas” dari depresi jika Anda ingin

Banyak orang berpikir depresi hanyalah kesedihan berlebihan, sehingga pasien bisa “keluar” jika mereka memiliki keinginan. Sayangnya, depresi bukanlah kesedihan biasa yang di alami seseorang.

Faktanya adalah: Kebanyakan orang yang menderita depresi biasanya memiliki gangguan mental atau kepribadian lainnya, seperti gangguan bipolar atau borderline. Dan mereka tidak mungkin dapat “melepaskan” itu, kecuali jika mereka menerima bantuan medis yang dibutuhkan.

Mitos 4: Wanita cenderung menderita Depresi daripada pria

Itu adalah mitos sosial yang disebarkan karena pria jarang memberitahu orang bahwa mereka membutuhkan pertolongan, sampai mereka berada di jurang masalah.

Faktanya adalah: Pria dan wanita sama-sama cenderung mengalami depresi. Tapi wanita lebih cenderung berteriak minta tolong. Ini adalah fakta yang tidak menguntungkan dan satu-satunya cara untuk melawan mitos negatif ini adalah dengan mengajarkan anak lelaki Anda agar lebih terbuka tentang emosi mereka dan meminta pertolongan saat mereka membutuhkannya.

Mitos 5: Orang yang melakukan bunuh diri Karena tertekan

Itu tidak benar. Kebanyakan orang yang melakukan bunuh diri tidak tertekan tapi menderita krisis yang hebat dalam hidup mereka, seperti kebangkrutan, alkoholisme, dan penolakan dalam urusan cinta. 

Faktanya adalah: Hanya depresi berat yang menyebabkan seseorang berpikiran untuk bunuh diri. Dan kebanyakan mereka melakukan itu jika hal tersebut mudah dilakukan. Karena depresi membuat orang lesu dan tidak mampu, bahkan untuk meninggalkan tempat tidur mereka. Meskipun demikian, jika Anda mengalami depresi dan memiliki pikiran untuk bunuh diri, mintalah bantuan psikiatri dengan cepat. Hidup ini terlalu berharga untuk dipertaruhkan dengan sesuatu yang tidak berguna seperti bunuh diri. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan

error: