Search
Rabu 3 Juni 2020
  • :
  • :

Yuk, Kenali Hipertensi Pada Anak

Starberita – Jakarta, Dulu kondisi tekanan darah tinggi atau hipertensi banyak dialami oleh orang dewasa atau lansia. Akan tetapi, sekarang ini kondisi tersebut juga sudah dimiliki anak-anak dan remaja.

Ya, hipertensi tak lagi identik dengan usia tua, anak-anak pun juga bisa mengalaminya. Lantas, apa penyebab hipertensi pada anak? Apakah sama seperti hipertensi pada dewasa? Bagaimana pengobatannya?

Apa saja tanda dan gejala hipertensi pada anak?

Faktanya, anak yang berusia 3 tahun sudah bisa mengalami tekanan darah tinggi. Hipertensi pada anak tentu saja akan membuatnya berisiko hipertensi juga ketika dewasa. Sementara itu, hipertensi pada orang dewasa telah terbukti bisa menimbulkan berbagai risiko penyakit kronis hingga kematian dini.

Sedikit berbeda dengan orang dewasa, anak-anak memiliki batasan tersendiri dalam menentukan tekanan darahnya naik atau tidak. Berikut adalah batas hipertensi pada anak:

0-13 tahun

  • Normal: di bawah persentil 90
  • Prehipertensi: persentil 90-95
  • Hipertensi: lebih dari persentil 95

14-18 tahun

  • Normal: di bawah 120/80 mmHg
  • Prehipertensi: 120/80 sampai 129/80 mmHg
  • Hipertensi: 130/80 mmHg

Pada anak di bawah 13 tahun, batasan tekanan darah menggunakan persentil, sesuai dengan umur, jenis kelamin, dan tinggi badannya. Untuk tahu apakah si kecil memang benar mengalami darah tinggi, sebaiknya periksakan anak ke dokter.

Penyebab hipertensi pada anak

Hipertensi yang terjadi pada anak-anak sebenarnya memiliki penyebab yang sama dengan hipertensi pada orang dewasa. Tekanan darah naik akibat jantung yang bekerja dan memompa darah lebih keras akibat sesuatu hal. Nah, penyebab jantung memompa lebih keras ini tergantung dengan jenis hipertensi yang si kecil alami. Hipertensi pada anak terbagi menjadi dua, tergantung dengan penyebabnya, yaitu:

  • Primer, yaitu kondisi tekanan darah yang terjadi langsung karena pola hidup yang kurang baik.
  • Tekanan darah meningkat akibat suatu kondisi kesehatan tertentu yang sebelumnya telah dialami. Misalnya saja si kecil mengalami suatu gangguan fungsi ginjal atau jantung.

Pengobatan apa yang dilakukan untuk mengatasi hipertensi pada anak?

Pengobatan hipertensi pada anak akan disesuaikan dengan penyebabnya. Jika si kecil alami hipertensi primer, maka yang akan dilakukan adalah penerapan pola makan sehat, diet rendah garam, dan program penurunan berat badan bagi anak yang obesitas. Semua hal tersebut dilakukan demi mengendalikan tekanan darah tetap normal.

Sementara, bila anak mengalami tekanan darah tinggi akibat kondisi kesehatan lain, misalnya gangguan fungsi ginjal, maka tentu kondisi kesehatan tersebut yang harusnya diobati terlebih dulu. Untuk mengetahui metode pengobatan yang cocok bagi si kecil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak.

Jangan cemas, hipertensi pada anak sangat mungkin dicegah

Hipertensi primer sangat mungkin untuk dicegah, apalagi jika masih anak-anak. Sebagian besar, hipertensi primer disebabkan karena pola hidup yang kurang baik. Misalnya saja anak gemuk, jarang melakukan aktivitas fisik, serta tidak makan makanan yang sehat dan berserat, bisa saja membuat ia terkena darah tinggi.

Maka itu, sebaiknya terapkan pola hidup yang sehat pada si kecil sejak dini. Dengan begitu, ia akan terlepas dari risiko kegemukan dan penyakit kronis lainnya yang mungkin bisa menyerang anak-anak. (sbc-02/hel)

 




Tinggalkan Balasan

error: