Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Kurang Tidur, Waspadai Ciri Penuaan Dini Kulit Ini
Search
Selasa 19 November 2019
  • :
  • :

Kurang Tidur, Waspadai Ciri Penuaan Dini Kulit Ini

Starberita – Jakarta, Penuaan dini pada kulit wajah bisa terjadi karena apa saja, termasuk kurangnya waktu tidur. Durasi tidur yang kurang ternyata mampu melemahkan kekuatan kolagen kulit dan memicu risiko keriput di usia berapa pun.

Berdasarkan hasil riset dari The Pond’s Institute (2016) dan National Survey dari Accenture terungkap bahwa stres dan kurang tidur dapat melemahkan 70 persen kolagen kulit. Kondisi ini tentu meningkatkan risiko munculnya keriput pada wajah dan membuat wajah terlihat 2,5 tahun lebih tua.

“Di usia 30 tahun elastisitas kulit wajah perempuan berkurang 0,5 persen setiap tahunnya. Makin tambah usia, makin tambah beban hidup. Yang bikin berat itu ada polusi asap rokok, stres, mikirin anak, banyak cicilan, jadinya kurang tidur,” ujar Dermatologis, Dr. Melyawati Hermawan.

Menurutnya, kebutuhan nutrisi kulit wajah di usia 30 tahun lebih banyak dibandingkan usia yang lebih muda. Untuk menjaga elastisitas dan kesehatan kulit wajah membutuhkan nutrisi yang tepat sehingga terbebas dari masalah-masalah umum seperti kulit kusam, munculnya garis halus wajah, bahkan flek hitam.

“Meski sudah make up dan pakai bedak banyak tetap tidak cakep rasanya. Jangan salah, itu tanda dari penuaan. Kulit yang rasanya kasar, kusam, lambat laun muncul garis halus, flek, keriput yg bikin kita harus lebih aware,” tegasnya.

Dipaparkannya, sudah menjadi hal yang alami saat kulit alami penurunan elastisitasnya. Meski begitu, kulit tetap butuh penanganan khusus agar tetap ternutrisi secara baik.

“Makin tua, gerakan selnya lambat. Begitu makin lambat, sel kulit mati banyak di permukaan, maka muka bisa berminyak, kusam. Oleh karena itu, butuh treatmentkhusus untuk menangani hal itu. Pemilihan nutrisi yang tepat adalah solusinya,” tutupnya. (sbc-02/vnc)

 




Tinggalkan Balasan

error: