Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Gejalanya Mirip PMS Tapi Haid Tak Datang, Ini 7 Penyebabnya
Search
Kamis 19 September 2019
  • :
  • :

Gejalanya Mirip PMS Tapi Haid Tak Datang, Ini 7 Penyebabnya

Starberita – Jakarta, Perut nyeri, mood berubah, timbul jerawat, dan gejala-gejala PMS lainnya sudah dirasakan, tetapi menstruasi tidak datang-datang. Apakah Anda pernah mengalami yang seperti ini? Ternyata, tidak selalu yang Anda kira sebagai gejala PMS adalah pertanda bahwa Anda memang akan datang bulan, lho.

Ada beberapa kondisi kesehatan yang bisa menimbulkan gejala yang mirip seperti gejala PMS sehingga Anda mengira menstruasi akan segera datang. Jadi apa saja kemungkinannya bila Anda tidak menstruasi padahal merasakan gejala-gejala yang mirip PMS? Ini dia tujuh kemungkinan penyebabnya.

1. Kehamilan

Nyeri di awal kehamilan juga bisa memberikan gejala yang mirip saat PMS. Pada awal kehamilan, embrio akan menempel di lapisan rahim Anda. Efeknya, pada saat 4 minggu awal kehamilan biasanya Anda mengalami perut terasa kram. Hal ini membuat beberapa orang terkadang berpikir bahwa haid akan segera datang.

Hingga minggu kelima dan keenam, akan muncul gejala lainnya seperti mual dan muntah. Di situlah orang biasanya baru menyadari kalau dirinya bukannya akan mengalami menstruasi, melainkan sedang hamil muda.

Gejala lainnya yang bisa muncul adalah payudara terasa semakin mengencang menjelang menstruasi. Hal ini juga bisa terjadi pada saat awal kehamilan. Perubahan hormonal saat menstruasi akan membuat payudara semakin sensitif dan terasa lebih berat.

2. Kondisi tiroid

Ketika kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon tiroid yang cukup, hal ini akan memengaruhi metabolisme tubuh, termasuk siklus menstruasi.

Ketidakseimbangan jumlah hormon tiroid akan memengaruhi hormon penting dalam proses ovulasi atau pelepasan sel terus ke rahim, yakni hormon FSH dan hormon LH. Kadar LH dan FSH yang rendah akan memengaruhi fungsi ovarium atau yang sering dikenal dengan indung telur.

Jika indung telur tidak berfungsi dengan baik maka akan terjadi kegagalan pelepasan sel telur. Kram perut pun akan muncul. Ini karena rahim Anda yang sudah siap untuk menampung sel telur dari indung telur tak juga kedatangan sel telur yang harusnya diluruhkan menjadi menstruasi.

Karena tiroid juga mengatur fungsi otak, perubahan mood yang Anda kira sebagai PMS sebenarnya merupakan efek dari kondisi tiroid yang memengaruhi fungsi saraf ke otak.

Oleh karena itu, jika ini terus terjadi disertai gejala lain yakni penurunan atau peningkatan berat badan mendadak dan jantung berdebar-debar, sebaiknya konsultasikan ke dokter Anda.

3. Kista di indung telur (ovarian cysts)

Kista ovarium atau kista di indung telur merupakan kondisi saat indung telur memiliki kantong berisi cairan yang abnormal.

Terkadang keberadaan ovarium ini tidak memiliki gejala. Namun, ketika akhirnya menimbulkan gejala, Anda akan merasakan kram perut padahal tidak menstruasi. Saat mengalami kondisi ini, nyeri terasa tajam di salah satu sisi perut di bawah pusar.

Kista sebenarnya tidak terlalu bermasalah jika tidak membesar atau bertumbuh. Jika membesar, kista dapat terpelintir dan akan menimbulkan nyeri yang sangat menyakitkan di daerah perut bagian bawah. Ini mirip dengan gejala PMS Anda.

4. Stres

Stres adalah salah satu penyebab seseorang tidak menstruasi. Stres meningkatkan hormon kortisol. Kadar hormon kortisol yang terlalu tinggi akan memengaruhi keseimbangan hormon, termasuk hormon yang mengatur indung telur dan lapisan rahim Anda.

Normalnya, sebelum menstruasi di rahim akan terjadi penumpukan lapisan lalu akan diluruhkan saat menstruasi tiba. Namun ketika seseorang stres, penumpukan lapisan terus terjadi tanpa diikuti dengan peluruhan dinding rahim.

Kondisi ini terjadi karena keseimbangan hormon yang mengatur ovarium dan rahim terganggu. Perut pun terasa sakit seperti gejala PMS meskipun Anda tidak menstruasi.

5. PCOS

PCOS atau polycystic ovary syndome adalah kondisi akibat kelebihan hormon androgen. Hormon androgen ini akan memengaruhi fungsi ovarium, pertumbuhan rambut, dan penambahan berat badan.

Kondisi PCOS dapat menghasilkan siklus anovulasi dan bercak-bercak darah yang keluar tidak teratur. Siklus anovulasi menyebabkan indung telur seperti melilit dan membuat nyeri yang terasa seperti kram saat menstruasi.

Kelebihan pertumbuhan rambut yang berhubungan dengan ketidakseimbangan  hormon androgen ini dapat memicu pertumbuhan jerawat yang biasanya terjadi sebelum orang akan mengalami menstruasi. Berat badan pun akan meningkat dan terasa kencang pada kondisi PCOS, seperti menjelang menstruasi.

6. Infeksi pada organ reproduksi

Beberapa penyakit kelamin seperti gonore dan klamidia dapat menyebabkan kondisi ketidaknyamanan seperti kram perut saat menstruasi. Infeksi ini juga akan menimbulkan nyeri di sekitar panggul seperti saat menstruasi ketika darah akan keluar dari rahim. Padahal Anda sedang tidak mengalami gejala PMS.

7. Polip rahim

Keberadaan polip di rahim dapat menimbulkan kram dan ketidaknyamanan di daerah perut seperti saat menstruasi. Polip adalah perbesaran jaringan abnormal di dalam tubuh, salah satunya di dalam rahim. Jika nyeri yang Anda rasakan memang tidak kunjung hilang dan Anda tidak menstruasi, segera periksa ke dokter. (sbc-02/hel)

 




Tinggalkan Balasan

error: