Search
Rabu 25 April 2018
  • :
  • :

Bawaslu Deklarasikan Tolak ‘Money Politic’ & SARA

Starberita – Medan, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumatera Utara (Sumut) menggelar deklarasi Tolak dan Lawan Money Politic dan Politisasi SUARA di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 di Medan, Rabu (14/2/2018).

Deklarasi ini dihadiri Gubernur Sumut, Erry Nuradi, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw, Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasakan, beserta Pimpinan Bawaslu lainnya yakni Aulia Andri dan Herdi Munthe.

Selain itu Hadir Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, Mulia Banurea, Calon Wakil Gubernur Sumut (Cawagubsu) nomor urut 1 Musa Rajeckshah dan Cawagubsu nomor 2, Sihar Sitorus dan pejabat lainnya.

Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan, mengatakan dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan tercipta Pilkada yang damai, aman dan tertib sehingga.

Selain itu, lanjut Syafrida, deklarasi ini juga sebagai langkah mengawal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota di 8 kabupaten/kota di Sumut.

“Ini merupakan program nasional. Kita di Sumut juga akan melaksanakanya serentak diseluruh Sumut. Tolak dan lawan politk uang pada Pilkada 2018 ini openting, mengingat politik uang dan politisasi SARA merupakan ancaman besar bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat,” terangnya.

Dijelaskan Syafrida, politik uang tidak memberikan pendidikan politik kepada masyarakat dan mencederai integritas penyelenggaraan Pilkada. Sedangkan politisasi SARA berakibat masyarakat terkotak-kotak. “Untuk itu kita harus lawan bersama,” tegasnya.

Diterangkan Syafrida, bahwa pada acara ini pihaknya juga mengundang partai politik, forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat dan berbagai elemen masyarakat untuk membangun komitmen dan mengajak pemilih untuk menentukan pilihannya secara cerdas berdasarkan visi, misi dan program kerja, bukan karena politik uang dan SARA. Mendukung pengawasan dan penanganan pelanggaran terhadap politik uang dan politisasi SARA yang dilakukan oleh pengawas pemilu.

“Tegakkan keadilan bersama Bawaslu. Bersama rakyat kita awasi Pemilu,” tandasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan Sumut merupakan salah satu barometer keamanan di Indonesia, karena besar dan luasnya wilayah dan terdiri dari beragam suku bangsa dan agama.

“Maka dari itu dengan deklarasi ini diharapkan terciptanya kesejukan dalam kegiatan berkampanye dan mampu mencegah segala bentuk penyimpangan yang dilakukan orang orang tak bertanggungjawab,” terang Kapoldasu.

Kapolda menjelaskan, pada masa kampanye yang akan dimulai, Kamis (15/2/2018), masyarakat dihimbau untuk tidak terpancing pada tindakan Black Campaign, SARA dan politik uang yang dapat merusak Integritas dan kedaulatan rakyat.

Kapolda juga menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen pada netralitas yang dimulai sejak awal penetapan hingga akhir Pilkada dan telah membentuk satuan tugas Nusantara untuk meminimalisir isu-isu dan tindakan primitif sehingga tidak berkembang menjadi konflik sosial. (sbc-04)




Tinggalkan Balasan