Search
Rabu 26 September 2018
  • :
  • :

Awas, Tas Belanja Ramah Lingkungan Bisa Sebarkan Bakteri Berbahaya!

Starberita – Jakarta, Penggunaan kantung plastik reusable atau ramah lingkungan beberapa waktu lalu sempat menjadi isu hangat. Bahkan masyarakat yang hendak membeli barang tertentu di toko ritel diharapkan membawa kantung belanja sendiri. Apabila masyarakat tidak membawanya dan tetap ingin memakai kantung plastik, maka dikenai biaya sebesar Rp 200.

Tujuan utama dari ketentuan itu sebenarnya adalah meningkatkan kesadaran untuk peduli lingkungan. Seperti yang diketahui, plastik adalah jenis sampah yang tidak mudah untuk diurai. Plastik mengandung bahan kimia yang dapat mencemari lingkungan. Beruntung, tak sedikit masyarakat yang mengambil peran untuk memabwa kantung belanja sendiri saat membeli barang.

Kantung belanja itu memang bisa digunakan berulang-ulang karena biasanya terbuat dari bahan kain spunbond, kanvas, atau yang lainnya. Akan tetapi, penggunaan kantung tersebut tidak bisa sembarangan. Sebab, alih-alih menjaga lingkungan, kantung belanja malah bisa membawa penyakit untuk diri sendiri maupun keluarga.

Di dalam kantung belanja yang tidak digunakan dengan benar dapat ditemukan bakteri E. coli dan salmonella. Penyebabnya karena masyarakat cenderung tidak memisahkan barang belanjaan dengan benar ke dalam tas. Selain itu, jumlah masyarakat yang mencuci kantung belanja sehabis digunakan masih sedikit.

Sebagai contoh, banyak yang memasukkan daging mentah ke dalam kantung belanja yang bercampur dengan sayuran dan bahan makanan lain tanpa menggunakan pelapis. Tetesan darah atau air yang mengandung bakteri bisa terkontaminasi ke belanjaan lain dan meresap ke kantung belanja. Kemudian, biasanya setelah barang belanjaan dikeluarkan kantung belanja akan dilipat dan disimpan untuk digunakan kemudian hari. Pada saat itulah kuman berinkubasi dan apabila digunakan kembali akan mencemari barang belanja.

Bahan makanan atau belanjaan yang tercemar bakteri dapat masuk ke tubuh dan menginfeksi. Akibatnya seseorang bisa mengalami sakit perut paling tidak tujuh hari. Seorang ilmuwan mengatakan salah satu penyebab sakit perut adalah kantung belanja yang terkontaminasi bakteri.

Untuk menghindari hal ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama memisahkan daging mentah dari barang siap saji dan produk rumah tangga. Selain itu, pisahkan pula telur dengan sayuran karena jika telur pecah bisa menyebarkan bakteri juga. Kedua, cucilah kantung belanja usai digunakan. Ingat, mencucinya tidak cukup hanya sekadar membilas dengan air atau menyemprotkan antibakteri. kantung belanja perlu direndam untuk mematikan bakteri. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan

error: