Search
Senin 10 Agustus 2020
  • :
  • :

Ini Manfaat Jahe bagi Wanita Hamil

Starberita – Jakarta, Jahe, siapa yang tak kenal? Jika sedang tidak enak badan, atau kurang bertenaga, biasanya dengan minum segelas seduhan jahe, tubuh akan kembali bugar.

Selain menghangatkan tenggorokan dan badan, banyak sekali khasiat dari tanaman rempah ini. Kandungan gingerol dan antioksidan yang tinggi membuat jahe mampu meringankan segala gejala penyakit.

Meski berkhasiat, tak sedikit pula rumor yang berkembang soal konsumsi jahe. Salah satunya adalah konsumsi jahe dapat meningkatkan nafsu makan, sehingga menambah berat badan. Benarkah demikian?

Berikut ini mitos dan fakta seputar jahe yang disampaikan ahli gizi Dr. Juwalita Surapsari, SpGK, M.Gizi.

Minum jahe bisa tingkatkan gairah seksual?

Ternyata jahe tak bisa meningkatkan gairah seksual. “Hal itu mitos, karena hingga kini penelitiannya belum banyak. Namun sifat jahe yang menghangatkan dan bikin rileks sehingga santai ketemu pasangan bisa jadi meningkatkan gairah”.

Minum jahe bisa meningkatkan berat badan

Sama seperti sebelumnya bahwa studi terkait jahe dan penambah nafsu makan ternyata tidak banyak. “Mitos ya, meski kalorinya sedikit, jahe tidak ada penelitiannya menurunkan nafsu makan,” ujarnya.

Jahe mengurangi nyeri haid

Jahe ternyata bisa meringankan nyeri haid. “Fakta. Jahe itu membuat rileks. Ada sebuah studi yang menyebutkan bahwa jahe mampu mengurangi nyeri otot pasca latihan berat. Sehingga bisa juga untuk meringankan nyeri haid”.

Mengurangi mual pada wanita hamil

“Fakta. Jahe Aman untuk wanita hamil. Penelitiannya juga sudah terbukti. Senyawa gingerol bisa meningkatkan gerakan lambung. Ibu hamil yang sering mual dan begah dengan konsumsi air jahe bisa diatasi,” katanya.

Bisa meredakan nyeri sendi

Jahe juga ternyata memiliki efek anti peradangan. “Fakta, jahe memiliki efek antiradang, jadi bisa meringankan gejala nyeri, misalnya karena arthtritis. Namun, tidak mengobati ya, sifatnya hanya mengurangi,” ujarnya.

Kaya antioksidan?

“Fakta. Jahe punya kadar antioksidan tinggi. Namun, harus diingat bahwa antioksidan tidak bisa bergerak sendiri. Ia harus ada pendampingnya, misalnya dari buah-buahan dan sayur. Jadi harus bervariasi,” ujarnya. (sbc-02/vnc)

 




Tinggalkan Balasan

error: